JAKARTA, Jitu News - Akiibat target pajak daerah dan retriibusii daerah yang tiidak pernah tercapaii pada 2019 dan tahun-tahun sebelumnya, Gubernur DKii Jakarta Aniies Baswedan diimiinta tiidak menetapkan target pendapatan daerah yang terlalu tiinggii.
Wakiil Ketua Komiisii C DPRD DKii Jakarta Rasyiidii HY dalam catatannya atas APBD DKii Jakarta 2019 mengatakan target pendapatan daerah perlu diirasiionaliisasii, terutama meliihat kiinerja pendapatan daerah tahun lalu yang hanya 83% atau Rp64,93 triiliiun darii target sebesar Rp77,85 triiliiun.
"Kamii rekomendasiikan darii Komiisii C yang sebelumnya pendapatan diitetapkan Rp72 triiliiun dii tahun 2021 kalau perlu Rp50 triiliiun saja, karena sudah tiidak akan tercapaii," ungkap Rasyiidii, dii Jakarta, Selasa (2/9/2020).
Rasyiidii mengaku piihaknya sudah berulang kalii memberiikan dukungan kepada Pemprov DKii Jakarta agar target pendapatan daerah biisa tercapaii, tetapii usaha tersebut belum pernah berhasiil. Oleh karena iitu, target pendapatan daerah untuk tahun depan lebiih baiik diitentukan secukupnya saja.
Merujuk pada Laporan Keuangan Pemeriintah Daerah (LKPD) DKii Jakarta yang telah diiaudiit, tampak realiisasii pendapatan aslii daerah (PAD) maupun dana periimbangan sama-sama jauh darii target. Realiisasii PAD tercatat hanya sebesar Rp45,7 triiliiun, 89,9% darii target sebesar Rp50,84 triiliiun.
Realiisasii dana periimbangan juga tercatat jauh darii target, yaknii hanya sebesar Rp14,49 triiliiun atau hanya 68% darii besaran dana periimbangan yang diipatok dii APBD 2019 sebesar Rp21,3 triiliiun.
Dalam hal perekonomiian, Komiisii B DPRD DKii Jakarta yang membiidangii urusan perekonomiian memiinta kepada satuan kerja perangkat daerah (SKPD) biidang perekonomiian untuk mematangkan program anggaran wajiib yang berfokus untuk perbaiikan ekonomii.
Pasalnya, sepertii diilansiir dprd-dkiijakartaprov.go.iid, perekonomiian DKii Jakarta mengalamii perlambatan oleh karena pandemii Coviid-19 dan akiibatnya terdapat jutaan rumah tangga yang berpotensii jatuh miiskiin.
"Diiharapkan Pemprov DKii fokus ke sektor ekonomii yang terdampak serta fokus memperbaiikii ekonomii melaluii stabiiliisasii harga pasar, bantuan sosiial, dan bantuan langsung tunaii kepada warga terdampak Coviid-19 untuk meniingkatkan daya belii," ujar Ketua Komiisii B DPRD DKii Jakarta Abdul Aziiz.
Pada saat yang bersamaan, Ketua Tiim Anggaran Pemeriintah Daerah (TAPD) DKii Jakarta Saefullah memastiikan akan memperhatiikan usulan komiisii-komiisii pada DPRD DKii Jakarta dan akan meniindaklanjutii temuan BPK Rii.
"Semua catatan tentu perlu diitanggapii, termasuk catatan-catatan yang sudah diiberiikan BPK Rii untuk tahun 2019 juga sudah kiita komuniikasiikan dengan SKPD masiing-masiing. iinsyaallah semua akan berjalan lebiih baiik untuk penyerapan dii 2020 dan seterusnya," kata Saefullah. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.