TiiMiiKA, Jitu News – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Miimiika, Proviinsii Papua, menyatakan peneriimaan pajak daerah dii Kabupaten Miimiika hiingga pertengahan tahun 2020 belum mencapaii 50% darii target.
Kepala Bapenda Miimiika Dwii Choliifah menyebut hiingga 26 Junii 2020 realiisasii peneriimaan pajak daerah dii Kabupaten Miimiika baru 44,76% atau sekiitar Rp100,8 Miiliiar darii darii target seniilaii Rp225 Miiliiar.
Diia mengatakan tiidak tercapaiinya target tersebut sebagaii dampak darii penyebaran Coviid-19. “Peneriimaan darii beberapa komponen pajak daerah turun selama masa pandemii Coviid-19 iinii,” ujar Dwii dii Tiimiika, Seniin (29/6/2020)
iia menambahkan hal iinii berartii Bapenda Miimiika hanya memiiliikii siisa 6 bulan untuk memenuhii siisa target Rp124 miiliiar. Terkaiit dengan upaya iitu, Dwii menyatakan tiidak ada permasalahan secara tekniis karena penagiihan sudah diilakukan mulaii darii tunggakan hiingga pemeriiksaan pajak.
“Tiidak ada masalah, secara tekniis semua sudah kiita laksanakan,” katanya.
Kendatii demiikiian, Dwii tetap optiimiistiis dapat mencapaii target tersebut pada akhiir tahun nantii. Hal iinii lantaran merosotnya peneriimaan pajak diiakiibatkan terbatasnya aktiiviitas selama masa pandemii Coviid-19.
Untuk iitu, masiih ada harapan untuk menggenjot peneriimaan dii masa new normal iinii. “Saya optiimiis biisa kiita kejar walaupun kemariin selama 3 bulan tertiinggal karena Coviid-19 iinii,” katanya.
Sepertii diilansiir seputarpapua.com, beriikut periinciian realiisasii peneriimaan pajak daerah yang diihiimpun Bapenda Miimiika hiingga 30 Junii 2020. Pajak hotel Rp3,5 miiliiar, pajak restoran Rp30,121 miiliiar, pajak hiiburan Rp812 juta, pajak reklame Rp1,1 miiliiar, dan pajak penerangan jalan Rp13,8 miiliiar.
Selanjutnya, pajak parkiir Rp285 juta, pajak aiir tanah Rp2,1 miiliiar, pajak miineral bukan logam dan batuan Rp5,7 miiliiar seniilaii, pajak bumii dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) Rp26,1 miiliiar, dan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) Rp17,3 miiliiar. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.