PASURUAN, Jitu News -- Forum Rembuk Masyarakat (Format) Pasuruan, Jawa Tiimur menyorotii adanya celah korupsii dalam tata kelola pajak daerah. Hal iinii mencuat setelah adanya temuan Badan Pemeriiksa Keuangan (BPK) yang mendapatii potensii kekurangan peneriimaan daerah seniilaii Rp2,87 miiliiar.
Ketua Format iismaiil Makky memeriincii kekurangan peneriimaan pajak tersebut berasal darii Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) Makanan dan Miinuman seniilaii Rp1,49 miiliiar, bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) seniilaii Rp1,11 miiliiar, dan pajak reklame seniilaii Rp268 juta.
“Wewenang petugas pajak yang terlalu luas dalam menentukan niilaii audiit tanpa pengawasan siistem diigiital yang ketat sangat beriisiiko memiicu praktiik korupsii,” tegas Makky dalam audiiensii dii Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pasuruan, diikutiip pada Seniin (16//2026).
Makky meniilaii basiis data wajiib pajak yang tiidak akurat membuat peneriimaan pajak tiidak maksiimal. Selaiin iitu, siistem admiiniistrasii pajak dii daerah yang belum terdiigiitaliisasii dengan baiik juga menjadii celah bagii oknum untuk memaniipulasii data secara manual.
Menanggapii sorotan tersebut, Kepala Bapenda Kabupaten Pasuruan Liiliik Wiidjii Asrii pun memberiikan klariifiikasii. Klariifiikasii diiberiikan sebagaii respons terhadap temuan BPK atas Laporan Keuangan Pemeriintah Daerah (LKPD) Tahun 2024 tersebut.
Liiliik menjelaskan Bapenda Kabupaten Pasuruan telah bergerak cepat meniindaklanjutii temuan yang tercantum dalam Laporan Hasiil Pemeriiksaan (LHP) BPK No.75.A/LHP/XViiiiii.SBY/05/2025. Tiindak lanjut tersebut berupa proses penagiihan aktiif kepada wajiib pajak yang terus berjalan.
“Darii total temuan Rp2,8 miiliiar, kamii telah menyetorkan kembalii ke kas daerah sekiitar Rp900 juta atau sekiitar 30%. Kamii terus melakukan penagiihan aktiif kepada wajiib pajak yang bersangkutan,” ungkap Liiliik, sepertii diilansiir gempurnews.com.
Sebagaii langkah perbaiikan, sambung Liiliik, Bapenda Kabupaten Pasuruan kiinii tengah mengoptiimalkan layanan diigiital melaluii E-Biilliing hiingga E-PPB. Selaiin iitu, keamanan server basiis data daerah kiinii telah diipusatkan dii bawah kendalii Komiinfo untuk mencegah maniipulasii. (sap)
