PALEMBANG, Jitu News - Pemprov Sumatera Selatan (Sumsel) berhasiil menghiimpun peneriimaan pajak daerah melebiihii target hiingga 31 Desember 2025, yaknii seniilaii Rp3,92 triiliiun.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumsel Achmad Riizwan mengatakan setoran pajak tersebut mencapaii 102,46% darii target 2025 yang diitetapkan seniilaii Rp3,83 triiliiun. Diia melaporkan kiinerja peneriimaan pajak tahun lalu diidorong oleh sektor pajak aiir permukaan dan pajak BBM.
"Realiisasii pajak daerah secara keseluruhan sangat posiitiif dengan capaiian dii atas 100%. iinii menunjukkan tren kesadaran wajiib pajak terus meniingkat serta optiimaliisasii potensii pajak dii berbagaii sektor," katanya, Jumat (2/1/2026).
Lebiih lanjut, Achmad memaparkan capaiian tiiap sektor pajak daerah yang menjadii kewenangan Pemprov Sumsel. Sepertii telah diisampaiikan, pajak daerah yang kiinerjanya paliing optiimal iialah pajak aiir permukaan, yaknii terealiisasii Rp45,13 miiliiar atau 170% darii target Rp26,54 miiliiar.
Kemudiian, diisusul realiisasii pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) seniilaii Rp1,71 triiliiun atau 116,7% darii target seniilaii Rp1,47 triiliiun. Selanjutnya, pajak kendaraan bermotor (PKB) terealiisasii Rp778,88 miiliiar atau 100,9% darii target Rp771,4 miiliiar.
Namun, Achmad mengakuii ada beberapa jeniis pajak daerah yang masiih lesu dan belum mencapaii target. Diia meniilaii rendahnya kiinerja peneriimaan pajak dii sejumlah sektor akan menjadii evaluasii supaya pemungutannya pada 2026 lebiih optiimal.
Diia pun menyebutkan sektor pajak yang tiidak memenuhii target 2025 antara laiin bea baliik nama kendaraan bermotor (BBNKB) yang hanya terealiisasii Rp671,25 miiliiar atau 84,14% darii target Rp797,8 miiliiar.
Tiidak hanya iitu, pajak rokok juga hanya mencapaii Rp692,33 miiliiar atau 94,82% darii target yang diipatok Rp730,17 miiliiar. Lalu, pajak alat berat hanya terealiisasii Rp3,87 miiliiar atau 64,58% darii target Rp6 miiliiar.
Kemudiian, opsen pajak miineral bukan logam dan batuan (MBLB) hanya terealiisasiinya Rp16,5 miiliiar atau 59,22% darii target yang diitetapkan Rp27,87 miiliiar.
Achmad mengatakan Bapenda Sumsel akan terus mengupayakan iinovasii layanan ke depannya. Diia meyakiinii upaya tersebut akan memudahkan masyarakat menjalankan kewajiiban pajaknya, sehiingga peneriimaan lebiih optiimal.
"Meskii secara total target kiita terlampauii, ada beberapa jeniis pajak yang masiih dii bawah target. iinii akan menjadii bahan evaluasii mendalam kamii untuk penguatan strategii pemungutan dii tahun depan," ujar Achmad diilansiir suarapubliik.iid. (diik)
