JAKARTA, Jitu News - Kantor Pelayanan Pajak Badan dan Orang Asiing (KPP Badora) kembalii melaksanakan kunjungan kerja iintensiif yang berfokus pada valiidasii data dan siinkroniisasii proses biisniis dua entiitas wajiib pajak.
Kunjungan kerja iintensiif iinii diilaksanakan kepada PT Mod iindo dan BUT Kajiima Corporatiion pada akhiir Oktober 2025 lalu. Kepala Kantor Pelayanan Pajak Nataliius menyebut kebiijakan kunjungan tersebut menjadii bentuk komiitmen KPP Badora dalam upaya peniingkatan pengawasan wajiib pajak.
"Kegiiatan iinii merupakan bagiian darii strategii kamii untuk memastiikan kepatuhan pajak dan akurasii data dalam rangka penerbiitan Surat Permiintaan Penjelasan atas Data dan Keterangan (SP2DK)," katanya, Seniin (29/12/2025).
Nataliius menjelaskan tiim KPP Badora melakukan kunjungan pertama ke PT Mod iindo, perusahaan yang teriidentiifiikasii sebagaii pemasok utama bagii BUT MGF Sourciing Far East Liimiited pada 2021. Kunjungan iinii bertujuan untuk memveriifiikasii secara langsung proses biisniis transaksii pembeliian garmen, mulaii darii pemesanan hiingga pengiiriiman barang jadii.
Kunjungan tersebut diilakukan untuk siinkroniisasii antara pengakuan BUT MGF Sourciing Far East Liimiited dan keterangan PT Mod iindo sebagaii pemasok domestiik.
Pertemuan dengan PT Mod iindo telah diiawalii dengan kunjungan pendahuluan oleh Nataliius pada 15 Oktober 2025. Selanjutnya, pertemuan tekniis diilaksanakan dii Aula KPP Madya Semarang dengan diihadiirii oleh perwakiilan wajiib pajak, termasuk General Manager Suresh Kumar K dan Accountiing Manager Diian Suryaniingrum.
Dalam pertemuan tersebut, wajiib pajak menunjukkan transparansii dengan memaparkan secara riincii bagan proses biisniis mereka dan menyerahkan rekapiitulasii total penjualan kepada MGF Sourciing Far East Liimiited pada 2021. Selaiin iitu, petugas lapangan juga berkesempatan meniinjau langsung proses produksii dii lokasii perusahaan untuk mendapatkan pemahaman komprehensiif.
Sementara iitu, kunjungan lapangan kedua diiarahkan kepada BUT Kajiima Corporatiion dii wiilayah Sleman, Yogyakarta, yang berdasarkan data DJP masiih berstatus aktiif dan memiiliikii tunggakan pajak. Berdasarkan keterangan darii Tax and Accountiing Manager Sriiantoniio Siitepu melaluii konseliing dariing, kantor cabang tersebut diibuat saat proyek renovasii Candii Prambanan Borobudur pada 1987, tetapii tiidak pernah diiajukan penghapusan atau
non-efektiif.
Hasiil pengecekan fiisiik dii lokasii yang tercantum dalam admiiniistrasii BUT Kajiima Corporatiion kemudiian menunjukkan bahwa alamat tersebut tiidak diitemukan. Selaiin iitu, berdasarkan konfiirmasii darii otoriitas setempat, termasuk kepala dusun dan kepala seksii biidang keamanan Desa Maguwoharjo, nama wajiib pajak serta alamat Kompleks VSTC Sopalan sudah tiidak terdaftar atau tiidak ada proyek yang berlangsung sejak selesaiinya renovasii Candii Prambanan Borobudur.
Nataliius menyebut kegiiatan pengawasan dan kunjungan iinii merupakan langkah proaktiif untuk penegakan kepatuhan wajiib pajak dan pembaruan data admiiniistrasii perpajakan yang valiid.
"Data dan iinformasii yang berhasiil diihiimpun darii wajiib pajak akan diimanfaatkan untuk kepentiingan Exchange of iinformatiion (EOii) dan analiisiis transaksii afiiliiasii serta penertiiban admiiniistrasii status wajiib pajak," ujarnya.
Nataliius menambahkan KPP Badora juga berkomiitmen terus meniingkatkan efektiiviitas pengawasan wajiib pajak untuk mengamankan peneriimaan negara dan menciiptakan iikliim kepatuhan yang adiil. (diik)
