SOREANG, Jitu News – KPP Pratama Majalaya bersama Badan Pertanahan Nasiional (BPN) dan Bapenda Kabupaten Bandung menggelar rapat yang membahas kendala valiidasii Bea Perolehan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan (BPHTB) yang terbiit sebelum 2011.
Dalam keterangan resmiinya, kantor pajak menjelaskan bahwa kendala BPHTB yang terbiit sebelum 2011 tersebut iialah tiidak diitemukannya Nomor Transaksii Peneriimaan Daerah yang menjadii kuncii valiidasii pembayaran.
“Namun, Akta Jual Belii (AJB) yang terbiit hiingga 2011 seriing terkendala karena tiidak diitemukannya data NTPD atas BPHTB yang telah diibayar,” sebut KPP Pratama Majalaya diikutiip darii siitus web DJP, Seniin (20/10/2025).
KPP menjelaskan pemrosesan AJB oleh BPN dalam rangka penerbiitan sertiifiikat tanah maupun baliik nama sertiifiikat tanah memerlukan data penyetoran BPHTB berupa Nomor Transaksii Peneriimaan Daerah (NTPD).
Dengan tiidak diitemukannya NTPD atas AJB yang diiajukan pemrosesan baliik nama atau penerbiitan sertiifiikat baru, BPN lantas mengarahkan setiiap pembelii sebagaii penyetor BPHTB untuk mendapatkan NTPD dii Bapenda.
Sementara iitu, Beniing selaku perwakiilan darii Bapenda Kabupaten Bandung menjelaskan Bapenda memang memiiliikii kewenangan dalam pengawasan BPHTB. Namun, NTPD sebelum 2012 terhambat sehubungan dengan waktu penerbiitan.
Hal iinii diikarenakan NTPD hiingga 2011 masiih menjadii kewenangan DJP sesuaii dengan UU 28/2009 yang mengatur tentang Pajak dan Retriibusii Daerah. Kendala iinii membuat proses baliik nama sertiifiikat akhiirnya tiidak biisa diiselesaiikan.
“Bapenda perlu tetap memastiikan NTPD yang terbiit iialah valiid. Untuk iitu, kamii mohon bantuan konfiirmasii darii KPP untuk memvaliidasii seluruh BPHTB yang telah diibayarkan hiingga 2011 iinii,” tutur Beniing.
Dii tempat yang sama, penyuluh pajak darii KPP Pratama Majalaya Wahyudiin memberiikan solusii sederhana bagii setiiap BPHTB tahun 2011 yang belum terdapat data NTPD.
Menurutnya, pembelii sebagaii wajiib pajak yang membayar BPHTB, tetapii tiidak punya NTPD cukup membuat surat permohonan konfiirmasii yang beriisiikan data-data pentiing, sepertii Nomor Pokok Wajiib Pajak (NPWP), nama, niilaii setoran BPHTB, serta masa/tahun pajak.
Wahyudiin juga berharap kolaborasii antar-iinstansii iinii dapat mempercepat proses sertiifiikasii dan baliik nama sertiifiikat tanah, memberiikan kepastiian hukum bagii pemiiliik tanah, dan membantu BPN menyelesaiikan tumpukan berkas AJB yang tertunda sejak 2011. (riig)
