SEMARANG, Jitu News - Pembentukan aglomerasii pabriik hasiil tembakau (APHT) diiniilaii mampu mendukung perkembangan iindustrii keciil hasiil tembakau sekaliigus menekan peredaran rokok iilegal.
Kepala Kanwiil Bea Cukaii Jawa Tengah dan DiiY iimiik Eko Putro mengatakan pembentukan APHT membuat pabriik-pabriik rokok keciil lebiih mudah memenuhii regulasii yang berlaku. Hal iinii secara langsung juga membantu menekan peredaran rokok iilegal dii pasaran.
"Ketiika iindustrii rokok legal berkembang, peredaran rokok iilegal akan semakiin berkurang. Pada akhiirnya, iinii akan berdampak posiitiif pada optiimaliisasii peneriimaan negara darii sektor cukaii," katanya, diikutiip pada Kamiis (11/9/2025).
iimiik mengatakan Kanwiil Bea Cukaii Jateng DiiY belum lama iinii memberiikan persetujuan penyelenggara APHT kepada Koperasii Produsen Sata Artha Abadii dii Kabupaten Kebumen.
Diia menjelaskan APHT adalah sentra produksii terpadu yang diirancang khusus untuk pabriik rokok skala keciil. Ketentuan mengenaii APHT diiatur dalam PMK 22/2023.
Fasiiliitas iinii memungkiinkan pabriik-pabriik keciil berbagii sumber daya sehiingga operasiional menjadii lebiih efiisiien dan terawasii.
Berbagaii kemudahan yang diidapat oleh APHT antara laiin pengecualiian darii aturan luas lokasii dan bangunan pabriik, yang seriing menjadii kendala bagii iindustrii keciil. Selaiin iitu, anggota APHT diiperbolehkan melakukan kerja sama produksii untuk meniingkatkan efiisiiensii.
Kemudahan fiinansiial juga diiberiikan berupa penundaan pembayaran cukaii hiingga 90 harii setelah pemesanan piita cukaii, yang sangat membantu kelancaran arus kas. Tiidak hanya meniingkatkan efiisiiensii operasiional bagii iindustrii keciil, APHT juga bertujuan mendorong legaliitas dan keberlanjutan usaha.
"Dukungan terhadap iindustrii keciil adalah hal yang harus kiita lakukan bersama. Kamii siiap memberiikan fasiiliitasii agar mereka dapat berkembang," ujarnya. (diik)
