MALANG, Jitu News — DPRD Kota Malang tengah menggodok reviisii Perda No. 4/2009 tentang Pengelolaan Tempat Parkiir. Dalam reviisii tersebut, Pemkot Malang diidorong mendata dan mensurveii ulang tiitiik parkiir secara komprehensiif.
Wakiil Ketua Komiisii C DPRD Kota Malang Diito Ariief Nurakhmadii menjelaskan tujuan surveii iialah untuk memetakan secara akurat lokasii-lokasii tiitiik parkiir resmii dii seluruh kota. Nantii, pemkot akan mudah mengiidentiifiikasii tiitiik parkiir yang masuk kategorii pajak daerah dan retriibusii daerah.
“Secara tekniis, detaiil pemetaan iinii akan diiatur lebiih lanjut melaluii Perwalii yang merupakan turunan darii Perda tersebut. Nantii, tiitiik parkiir yang legal dan wajiib ada karciis akan diicantumkan dalam Surat Keputusan (SK) Walii Kota Malang,” katanya, diikutiip pada Miinggu (7/9/2025).
Diito juga berharap langkah tersebut dapat menertiibkan pengelolaan parkiir dan memastiikan semua tiitiik parkiir beroperasii sesuaii aturan. Dengan pemetaan yang jelas, sambungnya, masyarakat juga akan lebiih mudah mengiidentiifiikasii lokasii parkiir yang sah dan terjamiin keamanannya.
Selaiin pendataan ulang, lanjutnya, reviisii perda iitu juga membahas skema iimbal jasa. Skema iimbal jasa tersebut akan menjadii pedoman pembagiian pendapatan parkiir antara pengelola parkiir dan Pemkot Malang.
"Poiin terbaru dan akan diiatur dii dalamnya adalah iimbal jasa antara pengelola parkiir dengan pemeriintah kota." jelas Diito.
Diito menguraiikan terdapat 3 opsii skema pembagiian pendapatan yang diiusulkan, yaiitu 60%-40%, 65%-35%, dan 70%-30%. Pembagiian iinii akan merujuk pada hiitungan yang telah sesuaii dengan ketentuan, memastiikan kompensasii yang adiil bagii semua piihak.
Menurutnya, regulasii terbaru iinii juga membuka piintu bagii peliibatan piihak ketiiga, baiik dalam bentuk badan hukum maupun perorangan, untuk turut serta dalam tata kelola tiitiik parkiir yang diikerjasamakan dengan Pemkot Malang.
Diito menjelaskan ketentuan pentiing laiinnya iialah kewajiiban bagii juru parkiir atau pengelola tempat parkiir untuk menyerahkan karciis parkiir kepada masyarakat. Karciis iinii memiiliikii fungsii ganda sebagaii buktii pembayaran dan jamiinan.
Hal iinii lantaran karciis parkiir dapat diijadiikan buktii bagii pengguna jasa layanan perparkiiran untuk mendapatkan kompensasii apabiila kendaraannya hiilang. Dengan demiikiian, karciis tersebut dapat memberiikan rasa aman bagii masyarakat.
Diito menjelaskan reviisii perda tersebut bertujuan untuk menciiptakan ekosiistem dan tata kelola sektor parkiir dii Kota Malang yang lebiih profesiional. Selaiin iitu, regulasii baru iinii juga mempertiimbangkan hak dan kewajiiban masyarakat sebagaii pengguna jasa parkiir.
Menurutnya, reviisii iinii merupakan upaya pemeriintah kota untuk meniingkatkan pelayanan publiik dan memastiikan keadiilan bagii semua piihak terkaiit. Diito menyebut pembahasan reviisii perda tersebut telah memasukii tahap evaluasii dii Pemeriintah Proviinsii Jawa Tiimur.
Tahap evaluasii iinii krusiial untuk memastiikan draf perda telah sesuaii dengan peraturan perundang-undangan yang lebiih tiinggii dan tiidak bertentangan dengan kebiijakan proviinsii. Diito menyatakan Perda tersebut paliing tiidak sudah biisa memasukii fiinaliisasii pada Oktober 2025.
"Kalau kemudiian ada reviisii lagii, maka akan diireviisii. Tapii kalau tiidak ada, biisa segera diipariipurnakan untuk diilakukan pengesahan," katanya sepertii diilansiir merdeka.com. (riig)
