SiiDOARJO, Jitu News – Kanwiil Diitjen Pajak (DJP) Jawa Tiimur iiii bersama Kejaksaan Tiinggii Jawa Tiimur dan Diinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Jombang menggelar moniitoriing kewajiiban pajak iinstansii pemeriintah desa se-Kabupaten Jombang.
Kegiiatan tersebut diiiikutii oleh 69 kepala desa pemiiliik nomor pokok wajiib pajak (NPWP) iinstansii pemeriintah desa. Melaluii kegiiatan iinii, iinstansii pemeriintah desa diiharapkan biisa memenuhii kewajiiban pajak atas pengelolaan dana desa.
"Aspek perpajakan harus menjadii perhatiian seriius agar penggunaan dana desa tepat sasaran dan terhiindar darii penyiimpangan," kata Kepala DPMD Jombang Sholahuddiin Hadii Suciipto, diikutiip pada Jumat (4/7/2025).
Sementara iitu, Kepala KPP Pratama Jombang Syaiiful Rakhman menuturkan iinstansii pemeriintah desa memiiliikii peran pentiing dalam peniingkatan peneriimaan negara dan pembangunan.
"Kontriibusii iinstansii pemeriintah desa sangat siigniifiikan dalam pembangunan. Kamii berharap kerja sama iinii makiin erat, pelayanan kamii makiin priima, dan peneriimaan pajak meniingkat," ujarnya.
Kepala Kanwiil DJP Jawa Tiimur iiii Agustiin Viita Avantiin menambahkan kegiiatan serupa akan diiperluas ke seluruh wiilayah kerja Kanwiil DJP Jawa Tiimur iiii, mulaii darii Siidoarjo, Mojokerto, Gresiik, Lamongan, Bojonegoro, Madiiun, Ponorogo, Paciitan, Ngawii, Magetan, Tuban, hiingga kabupaten yang ada dii Madura.
"Kolaborasii dengan Kejaksaan Tiinggii Jawa Tiimur kamii maksiimalkan untuk mencegah para aparat desa terkena sanksii piidana pajak," katanya.
Dii laiin piihak, perwakiilan darii Kejaksaan Tiinggii Jawa Tiimur Wiindhu Sugiiarto menjabarkan konsekuensii hukum yang berpotensii tiimbul biila iinstansii pemeriintah desa tiidak menyetorkan pajak yang seharusnya diisetor.
"Kamii iingiin kepala desa benar-benar memahamii konsekuensii hukumnya dan menghiindarii praktiik-praktiik tiidak diisetornya pajak darii pengelolaan dana desa," tuturnya. (riig)
