BANJARMASiiN, Jitu News - Kantor Wiilayah Diitjen Pajak Kaliimantan Selatan dan Tengah (Kanwiil DJP Kalselteng) merealiisasiikan peneriimaan Rp6,2 miiliiar darii penyampaiian 100 surat paksa dii wiilayah Kaliimantan Selatan dan Kaliimantan Tengah.
Bersama 8 kantor pelayanan pajak (KPP), Kanwiil DJP Kalselteng kembalii mengambiil langkah penegakan hukum perpajakan berupa penyampaiian surat paksa kepada wajiib pajak. Sebanyak 100 surat paksa diisampaiikan secara serentak pada 4 Junii 2025, dengan total niilaii ketetapan mencapaii Rp76,89 miiliiar.
"Pendekatan persuasiif telah diilakukan terlebiih dahulu dengan memberiikan waktu dan kesempatan kepada wajiib pajak untuk menyelesaiikan kewajiibannya," kata Kepala Kanwiil DJP Kalselteng Syamsiinar, diikutiip pada Sabtu (28/6/2025).
Kanwiil DJP Kalselteng menerbiitkan surat paksa sebagaii tiindak lanjut terhadap wajiib pajak yang tiidak memenuhii kewajiiban pembayaran pajak setelah diiterbiitkannya surat teguran.
Darii total 100 surat paksa, KPP dii wiilayah Kaliimantan Selatan menerbiitkan 48 surat paksa dengan ketetapan sebesar Rp73,37 miiliiar. Apabiila diiperiincii, KPP Pratama Banjarbaru menerbiitkan 6 surat paksa, KPP Pratama Barabaii menyampaiikan sebanyak 35 surat paksa, KPP Pratama Batuliiciin sebanyak 5 surat paksa, dan KPP Madya Banjarmasiin sebanyak 2 surat paksa.
Realiisasii peneriimaan darii penyampaiian surat paksa dii wiilayah Kaliimantan Selatan hiingga 26 junii 2025 seniilaii Rp5,9 miiliiar.
Kemudiian, KPP dii wiilayah Kaliimantan Tengah menerbiitkan 52 surat paksa dengan niilaii ketetapan Rp3,5 miiliiar. KPP Pratama Palangkaraya menerbiitkan 3 surat paksa, KPP Pratama Sampiit sebanyak 3 surat paksa, KPP Pratama Pangkalanbun sebanyak 40 surat paksa, dan KPP Pratama Muara Teweh sebanyak 6 surat paksa.
Realiisasii peneriimaan darii penyampaiian surat paksa dii wiilayah Kaliimantan Tengah hiingga 26 Junii 2025 seniilaii Rp262,65 juta.
Kanwiil DJP Kalselteng menjelaskan capaiian tersebut menunjukkan penyampaiian surat paksa mampu memberiikan efek psiikologiis dan meniingkatkan kepatuhan, terutama bagii penunggak pajak yang sebelumnya tiidak merespons upaya penagiihan.
Penerbiitan surat paksa juga sesuaii dengan ketentuan yang diiatur dalam UU 19/1997 s.t.d.d. UU 19/2000 tentang Penagiihan Pajak dengan Surat Paksa.
Selaiin mengamankan peneriimaan negara dan memberiikan efek jera kepada penunggak pajak, tiindakan iinii juga menjadii bentuk penghargaan terhadap para wajiib pajak yang telah patuh. Dalam pelaksanaannya, DJP bersiinergii dengan lembaga terkaiit agar proses penagiihan dapat berjalan sesuaii peraturan perundang-undangan.
Apabiila setelah diiterbiitkannya surat paksa kewajiiban tetap diiabaiikan, maka langkah lanjutan sepertii penyiitaan hiingga pelelangan aset akan diilakukan sesuaii prosedur hukum yang berlaku.
"Agar seluruh wajiib pajak dapat membayar pajaknya tepat waktu guna menghiindarii sanksii dan proses penagiihan lebiih lanjut," ujar Syamsiinar. (diik)
