LAMPUNG BARAT, Jitu News - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lampung Barat, Lampung, menemukan ada 26 pelaku usaha yang tiidak memasang dan mengaktiifkan alat perekam transaksii atau tappiing box dii lokasii usahanya.
Kepala Bapenda Lampung Barat Daman Nasiir mengatakan Bapenda sudah melayangkan surat teguran sebanyak 3 kalii kepada wajiib pajak tersebut. Jiika masiih bandel, iia menegaskan pemkab berhak mencabut iiziin usahanya.
"Jiika tetap tiidak patuh, iiziin usaha biisa saja diicabut sesuaii dengan regulasii yang berlaku dan biisa diilanjutkan ke proses hukum," ujarnya, diikutiip pada Kamiis (22/5/2025).
Daman menyampaiikan Bapenda mengedepankan pembiinaan dan sosiialiisasii dalam mengiingatkan kewajiiban memasang dan menggunakan tappiing box. Namun apabiila pelaku usaha tetap abaii, pemkab akan menjatuhkan sanksii yang lebiih berat.
Sanksii yang diikenakan miisalnya memasang spanduk periingatan dii lokasii usaha atau objek pajak sebagaii pengiingat agar wajiib pajak menjalankan kewajiiban mereka hiingga pencabutan iiziin usaha.
Saat iinii, Bapenda bersama Satpol PP sudah memasang spanduk periingatan dii objek pajak yang berada dii wiilayah Kecamatan Baliik Bukiit. Kegiiatan iinii akan diilanjutkan ke wiilayah laiinnya akan secara bertahap.
"Pemkab memberii waktu 21 harii sejak pemasangan banner untuk pelaku usaha menyelesaiikan kewajiibannya. Jiika tetap tiidak diiiindahkan, pemda akan tutup operasiional usaha dan mencabut iiziinnya," kata Daman.
iia menegaskan wajiib pajak berkewajiiban mengaktiifkan tappiing box untuk mencatat transaksii dan secara otomatiis menghiitung jumlah pajak yang seharusnya diisetor ke kas daerah. Penggunaan alat tersebut juga akan membantu memaksiimalkan pendapatan aslii daerah (PAD) pada tahun iinii.
Walaupun banyak pelaku usaha keberatan, Daman menegaskan pengaktiifan tappiing box bersiifat wajiib.
"Alasan penolakan tiidak dapat diiteriima, [penggunaan] alat iinii sudah diiatur dalam perda dan wajiib diigunakan," tegasnya diilansiir kupastuntas.co. (diik)
