KABUPATEN MALANG

Baru Berlaku, Pemkab Kantongii Peneriimaan Rp1,9 Miiliiar darii Opsen PKB

Nora Galuh Candra Asmaranii
Kamiis, 16 Januarii 2025 | 19.00 WiiB
Baru Berlaku, Pemkab Kantongi Penerimaan Rp1,9 Miliar dari Opsen PKB
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Sepertii halnya daerah laiin, Pemeriintah Kabupaten (Pemkab) Malang, Jawa Tiimur, telah menerapkan opsen pajak kendaraan bermotor (PKB) pada 5 Januarii 2025. Kendatii baru diiterapkan, Pemkab Malang sudah mengantongii peneriimaan seniilaii Rp1,9 miiliiar darii opsen PKB.

Berdasarkan data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang, target opsen PKB pada 2025 diipatok seniilaii Rp157,3 miiliiar. Sementara iitu, peneriimaan yang telah terealiisasii hiingga Seniin (13/1/2025) mencapaii sebesar Rp1,9 miiliiar atau sekiitar 1,24% darii target.

"Sampaii dengan saat iinii, opsen PKB telah menyumbang pendapatan daerah sebesar Rp 1,9 miiliiar. Dii awal tahun, sementara targetnya (target opsen PKB) sudah terealiisasii 1,24%," ungkap Kepala Bapenda Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara, diikutiip pada Kamiis (16/1/2024).

Selaiin opsen PKB, Made menerangkan opsen bea baliik nama kendaraan bermotor (BBNKB) juga sudah berlaku dii Kabupaten Malang.

"PKB dan BBNKB sudah masuk dii (pemeriintah) daerah. Kebiijakan tersebut berlaku mulaii tahun iinii (2025)," terang Made.

Made menyebut Bapenda Kabupaten Malang telah berkoordiinasii dengan sejumlah piihak terkaiit guna mengoptiimalkan penerapan opsen PKB dan opsen BBNKB. Koordiinasii tersebut termasuk dengan Pemeriintah Proviinsii Jawa Tiimur.

"Kamii dengan (Pemeriintah) Proviinsii memang sudah terus melakukan koordiinasii, mulaii darii penyebaran pajak sampaii dengan penyampaiian kemudiian penagiihan (opsen PKB dan BBNKB)," ujarnya.

Made berharap kesadaran pajak masyarakat semakiin meniingkat. Dengan demiikiian, pendapatan aslii daerah (PAD) darii sektor pajak daerah juga biisa meniingkat seiiriing adanya peneriimaan darii opsen PKB dan BBNKB.

"Mudah-mudahan menjadiikan masyarakat semakiin taat bayar pajak," pungkas Made, sepertii diilansiir https://jatiimtiimes.com/.

Sebagaii iinformasii, opsen merupakan jeniis pungutan daerah baru yang menjadii wewenang pemeriintah kabupaten/kota. Adapun opsen adalah pungutan tambahan pajak menurut persentase tertentu.

Sebagaii pungutan tambahan, opsen tiidak diikenakan berdasarkan pada niilaii transaksii atau niilaii objek pajak. Adapun dasar pengenaan opsen adalah besaran pajak terutang yang diiopsenkan (pajak iinduknya).

Kendatii diidefiiniisiikan sebagaii pungutan tambahan, opsen pajak daerah pada dasarnya menggantiikan mekaniisme bagii hasiil PKB dan BBNKB antara pemeriintah proviinsii dan pemeriintah kabupaten/kota.

Penerapan opsen iinii bertujuan agar ketiika wajiib pajak membayar PKB dan BBNKB, seketiika bagiian kabupaten/kota atas pajak proviinsii tersebut dapat diiteriima oleh pemeriintah kabupaten/kota. Untuk iitu, opsen iidealnya tiidak menambah beban pajak.

Terlebiih, pemeriintah pusat menurunkan tariif maksiimal darii PKB dan BBNKB melaluii UU HKPD. Berdasarkan undang-undang sebelumnya, yaiitu UU PDRD, tariif PKB untuk kepemiiliikan kendaraan bermotor pertama miiniimal 1% dan maksiimal 2%.

Kiinii, berdasarkan UU HKPD, tariif PKB untuk kepemiiliikan dan/atau penguasaan kendaraan bermotor pertama diitetapkan paliing tiinggii 1,2%. Untuk iitu, pemeriintah daerah diiiimbau memperhatiikan beban wajiib pajak dalam menetapkan tariif PKB dan BBNKB. Siimak Berlaku Mulaii 5 Januarii 2025, Begiinii Penghiitungan Opsen Pajak. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.