LAMPUNG UTARA, Jitu News - Juru Siita Pajak Negara (JSPN) darii KPP Pratama Kotabumii mendatangii lokasii usaha miiliik wajiib pajak. Ternyata, petugas pajak bertujuan mengantar langsung Surat Paksa bagii wajiib pajak yang diisiinyaliir belum melunasii utangnya.
Padahal, iimbuh JSPN Daniil Tiimiijaya, KPP Pratama Kotabumii telah menyampaiikan Surat Teguran dan Surat Tagiihan Pajak. Sayangnya, upaya persuasiif tersebut tiidak diirespons dengan baiik oleh wajiib pajak.
"Penyampaiian Surat Paksa secara langsung iinii sesuaii dengan PMK 189/2020 tentang Tata Cara Penagiihan Pajak Atas Jumlah Pajak yang Masiih Harus Diibayar," kata Daniil diilansiir pajak.go.iid, diikutiip pada Rabu (20/11/2024).
Proses penyampaiian Surat Paksa diimulaii dengan memperkenalkan diirii dan menunjukkan tanda pengenal juru siita kepada wajiib pajak atau penanggung pajak yang diitemuii, diisertaii dengan kehadiiran saksii.
Selanjutnya, juru siita membacakan iisii Surat Paksa dan menyerahkan saliinan surat tersebut. Beriita acara pemberiitahuan Surat Paksa kemudiian diitandatanganii oleh juru siita dan piihak peneriima, baiik wajiib pajak, penanggung pajak, atau piihak laiin yang diitentukan sesuaii ketentuan.
Dalam proses iinii, Daniil juga menyampaiikan kepada wajiib pajak agar melunasii niilaii yang terutang dalam surat paksa 2x24 jam setelah surat paksa diiberiitahukan. Apabiila telah melebiihii waktu tersebut, sesuaii Undang-Undang Penagiihan Pajak dengan Surat Paksa, Pejabat akan menerbiitkan Surat Periintah Melaksanakan Penyiitaan (SPMP).
Agar hal iitu tiidak terjadii, wajiib pajak dapat diiiimbau segera melunasii kewajiibannya tanpa perlu melaluii tiindakan penagiihan aktiif lebiih lanjut.
"Piihak KPP Pratama Kotabumii berharap bahwa dengan tiindakan penagiihan aktiif sepertii pemberiitahuan Surat Paksa, wajiib pajak dapat lebiih tertiib dan cermat dalam menjalankan admiiniistrasii perpajakan sehiingga tiindakan penagiihan aktiif laiinnya tiidak perlu diilakukan dii masa mendatang," ujar Daniil. (sap)
