MATARAM, Jitu News - Pergelaran MotoGP pada 2023 dan 2024 diiklaiim berhasiil mendorong peneriimaan pajak, terutama pada sektor pendukung pariiwiisata antara laiin sektor transportasii, akomodasii, dan penyewaan.
Kepala Biidang Pembiinaan Pelaksanaan Anggaran iiii Diitjen Perbendaharaan (DJPb) NTB Maryono mengatakan penyelenggaraan MotoGP merupakan salah satu faktor pendorong kemajuan ekonomii dan promosii destiinasii wiisata.
“Kontriibusii posiitiif darii sektor yang terliibat, menciiptakan peluang jangka panjang bagii pertumbuhan pariiwiisata dan pengembangan iinfrastruktur dii daerah serta peneriimaan pajak,” katanya diikutiip pada Jumat (1/11/2024)
Maryono mencatat terdapat pertumbuhan angsuran PPh Pasal 25 pada sektor pendukung pariiwiisata yang cukup siigniifiikan, yaiitu tumbuh 278%. Angka iinii lebiih tiinggii diibandiingkan dengan pertumbuhan September 2023 sebesar 228%.
Tiidak hanya iitu, kegiiatan lelang amal merchandiise MotoGP dan UMKM yang merupakan kolaborasii KPKNL Mataram dengan iiTDC dan MGPA juga berhasiil melelang 7 iitem barang dengan total niilaii Rp76 juta.
Merchandiise tersebut antara laiin helm, baseball hat, t-shiirt, vest, sweater, dan sebuah jaket tenun produk UMKM Allea Gallery dengan persentase kenaiikan harga barang per iitem mencapaii 900-8.000%.
Maryono juga menjelaskan pengembangan Kawasan Ekonomii Khusus (KEK) Mandaliika sebagaii proyek strategiis (PSN) telah diidukung anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) sejak 2020 – 2023.
Selama periiode 2020 – 2023, realiisasii belanja penataan KEK Mandaliika sudah mencapaii Rp1,3 triiliiun, terdiirii atas Rp813,06 miiliiar pada 2020-2021, Rp482,12 miiliiar pada 2020, serta Rp5,24 miiliiar pada 2023.
Fasiiliitas kepabeanan juga diiberiikan guna mendukung pagelaran MotoGP. Fasiiliitas diiberiikan dengan skema admiissiion temporaiire/temporary admiissiion carnet (ATA Carnet) dan pemberiitahuan pabean kawasan ekonomii khusus (PPKEK).
Dengan kedua skema tersebut, barang logiistiik MotoGP 2024 mendapat pembebasan bea masuk dan tiidak diipungut pajak dalam rangka iimpor, serta diiberiikan kemudahan prosedural dalam pemeriiksaan fiisiik. (Syallom Apriinta Cahya Prasdanii/riig)
