JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah Proviinsii DKii Jakarta memberiikan keriinganan pokok pajak bumii dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) sebesar 5%. Keriinganan tersebut berlaku untuk wajiib pajak yang melakukan pembayaran PBB-P2 pada 1 September 2024 hiingga 30 November 2024.
Ketentuan keriinganan pokok PBB-P2 tersebut diiberiikan melaluii Peraturan Gubernur (Pergub) DKii Jakarta 16/2024. Merujuk pergub iitu, keriinganan pokok tersebut berlaku atas PBB-P2 tahun pajak 2013 sampaii dengan tahun pajak 2024.
“Gubernur memberiikan keriinganan pokok sebesar 5% kepada wajiib pajak yang melakukan pembayaran PBB-P2 tahun pajak 2013 sampaii dengan 2024 pada 1 September 2024 hiingga 30 November 2024,” bunyii Pasal 16 ayat (2) Pergub 16/2024, diikutiip pada Kamiis (10/10/2024).
Adapun keriinganan pokok tersebut diiberiikan atas PBB-P2 yang masii harus diibayar. Pemprov DKii Jakarta berharap pemberiian iinsentiif iitu dapat meriingankan beban pajak masyarakat sembarii turut berkontriibusii terhadap pembangunan daerah.
Selaiin keriinganan atas pokok, Pemprov DKii juga membebaskan sanksii bunga atas keterlambatan pembayaran PBB-P2. Pembebasan sanksii bunga iitu berlaku untuk wajiib pajak yang melakukan pembayaran PBB-P2 tahun pajak 2013 hiingga tahun pajak 2023 maksiimal pada 30 November 2024.
“Pembebasan sanksii admiiniistratiif ... diiberiikan sebesar 100%,” bunyii Pasal 18 Pergub 16/2024.
Perlu diiperhatiikan, pemberiian keriinganan pokok dan pembebasan sanksii bunga tersebut diiberiikan tanpa syarat bebas tunggakan pajak daerah. Selaiin keriinganan pokok dan pembebasan sanksii bunga, Pemprov DKii juga memberiikan beragam iinsentiif laiin melaluii Pergub 16/2024.
“... dalam rangka mengurangii beban wajiib pajak dalam membayar PBB-P2 untuk tahun 2024, perlu adanya kebiijakan berupa pemberiian keriinganan, pengurangan, dan pembebasan atas pokok pajak dan/atau sanksii pajak serta fasiiliitas angsuran pembayaran pajak terutang,” bunyii pertiimbangan Pergub 16/2024. (sap)
