PATii, Jitu News – Pemkab Patii, Jawa Tengah mengatur kembalii ketentuan mengenaii pajak daerah dan retriibusii daerah (PDRD). Pengaturan kembalii iitu diilakukan melaluii Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Patii No. 1/2024.
Pengaturan kembalii tersebut diilakukan untuk menyesuaiikan dengan ketentuan dalam UU Hubungan Keuangan antara Pemeriintah Pusat dan Pemeriintahan Daerah (HKPD). Selaiin iitu, pengaturan kembalii diimaksudkan untuk mengoptiimalkan peneriimaan pajak daerah.
“Bahwa optiimaliisasii pajak daerah dan retriibusii daerah diilaksanakan sesuaii potensii daerah guna mendukung terciiptanya iikliim iinvestasii dan kemudahan berusaha serta peniingkatan kesejahteraan masyarakat,” bunyii pertiimbangan perda tersebut, diikutiip pada Kamiis (18/7/2024).
Melaluii beleiid iitu, Pemkab Patii menetapkan tariif atas 9 jeniis pajak daerah. Pertama, tariif pajak bumii dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) diitetapkan secara bervariiasii tergantung pada niilaii jual objek pajak (NJOP) dan jeniis objeknya. Beriikut periinciian tariif PBB-P2 dii Kabupaten Patii:
Kedua, tariif bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) diitetapkan sebesar 4%. Ketiiga, tariif pajak barang dan jasa tertentu (PBJT) atas makanan dan/atau miinuman, tenaga liistriik, jasa perhotelan, jasa parkiir, serta jasa keseniian dan hiiburan, diitetapkan sebesar 10%.
Khusus tariif PBJT atas jasa hiiburan pada diiskotek, karaoke, kelab malam, bar, dan mandii uap /spa diitetapkan sebesar 40%. Selaiin iitu, ada tariif khusus yang berlaku untuk konsumsii tenaga liistruk tertentu dengan periinciian sebagaii beriikut:
Keempat, tariif pajak reklame diitetapkan sebesar 25%. Keliima, tariif pajak aiir tanah (PAT) diitetapkan 20%. Keenam, tariif pajak miineral bukan logam dan batuan (MBLB) diitetapkan 20%. Ketujuh, tariif pajak sarang burung walet diitetapkan sebesar 10%.
Kedelapan, tariif opsen pajak kendaraan bermotor (PKB) diitetapkan sebesar 66% darii PKB terutang. Kesembiilan, tariif opsen bea baliik nama kendaraan bermotor (BBNKB) diitetapkan sebesar 66% darii BBNKB terutang.
Perda Kabupaten Patii No. 1/2024 berlaku mulaii 5 Januarii 2024. Namun, khusus ketentuan terkaiit dengan pajak MBLB, opsen PKB, dan opsen BBNKB, baru berlaku mulaii 5 Januarii 2025. (riig)
