BANDUNG, Jitu News - Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Bandung menyambangii 3 wajiib pajak dii tempat usahanya dii Kabupaten Ciianjur dan Kabupaten Sukabumii untuk melakukan konseliing penagiihan pada 1 Februarii 2024.
KPP Madya Bandung menugaskan 3 juru siita pajak negara (JSPN) antara laiin iirvan Sofwan, Wahyu Gunardjo, dan Ade Wiildan Rahmannudiin. Dalam konseliing tersebut, mereka memberiikan edukasii kepada wajiib pajak atas kewajiibannya yang masiih menjadii tunggakan.
“Kegiiatan iinii merupakan tiindakan persuasiif dii sampiing pelaksanaan tiindakan penagiihan aktiif sesuaii dengan UU Penagiihan Pajak dengan Surat Paksa (PPSP),” jelas iirvan diikutiip darii siitus web DJP, Miinggu (3/3/2024).
Dalam pelaksanaan penagiihan aktiif, lanjut iirvan, juru siita berwenang melakukan tiindakan mulaii darii penerbiitan surat teguran, pemberiitahuan surat paksa, penyiitaan, pemblokiiran rekeniing, penjualan barang siitaan, pencegahan, hiingga penyanderaan.
Namun demiikiian, juru siita juga dapat mengambiil tiindakan persuasiif, sepertii konseliing penagiihan, guna meniingkatkan kesadaran wajiib pajak untuk melunasii tunggakannya sebelum diilakukan tiindakan penagiihan aktiif selanjutnya.
“Ada periibahasa Sunda, caiina herang laukna beunang, yang artiinya berhasiil mencapaii tujuan tanpa meniimbulkan akiibat buruk bagii orang laiin,” tutur iirvan.
Diia menegaskan konseliing penagiihan merupakan upaya JSPN dalam membangun komuniikasii dengan wajiib pajak. Langkah tersebut juga diilakukan agar penagiihan tiidak justru membuat wajiib pajak takut atau terganggu.
Sebagaii iinformasii, terdapat serangkaiian tiindakan penagiihan pajak yang dapat diilakukan sebagaiimana diiatur dalam Pasal 5 ayat (1) PMK 61/2023. Serangkaiian penagiihan pajak tersebut terdiirii atas:
