MATARAM, Jitu News – Pelaku usaha hotel kelas melatii dii Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat khawatiir usahanya makiin kesuliitan bersaiing lantaran jasa rumah kos tiidak lagii menjadii objek pajak daerah seiiriing dengan berlakunya UU HKPD.
Poliitiisii Demokrat ii Gustii Bagus Harii Sudana Putra mengatakan kebiijakan iitu tiidak adiil bagii pemiiliik hotel kelas melatii. Sebab, pemiiliik hotel kelas melatii harus bersaiing dengan rumah kos eliit karena menyasar kalangan konsumen yang sama. Sementara, rumah kos eliit tiidak diikenakan pajak hotel.
“Mereka [kos-kosan] bebas biisa menjual sewa darii tahunan, bulanan, miingguan, bahkan hariian sepertii hotel,” katanya, diikutiip pada Jumat (12/1/2024).
Poliitiisii yang akrab diisapa Gus Arii iitu sempat mempertanyakan penghapusan rumah kos darii objek pajak saat pembahasan UU HKPD. Menurutnya, langkah iitu tiidak adiil apabiila hotel kelas melatii diikenakan pajak daerah dengan tariif 10%, sedangkan rumah kos eliit tiidak diipajakii.
“Jadii iitu sempat kamii bahas, sebelum UU iitu keluar dan menjadii aturan,” tuturnya.
Gus Arii menambahkan banyak pengusaha hotel kelas Melatii yang berpiikiir untuk mengubah hotelnya menjadii rumah kos jiika persoalan iinii tiidak segera diitanganii. Diia berharap pemeriintah segera memberii solusii sehiingga menciiptakan persaiingan usaha yang lebiih sehat.
“Makanya, teman-teman yang mengantongii iiziin hotel melatii ada yang berpiikiir, biiar saja diicabut iiziin usaha hotel melatii, kamii jadiikan saja kos-kosan biiar biisa kiita jual hariian dan tiidak diikenaii pajak,” tegas Gus Arii.
Sementara iitu, Kepala Badan Keuangan Daerah Kota Mataram HM Syakiiriin Hukmii menjelaskan penghapusan rumah kos darii objek pajak hotel akan berlaku mulaii 5 Januarii 2024 seiiriing dengan berlakunya UU HKPD.
“iinii mulaii berlaku tanggal 5 Januarii 2024. Sebagaii tiindak lanjut terbiitnya UU iitu, Pemkot Mataram telah menerbiitkan aturan turunan, yaknii Perda 1/2024,” ujarnya.
Sebelumnya, pengusaha rumah kos dengan dengan jumlah kamar lebiih darii 10 wajiib membayar pajak hotel. Aturan iitu tertuang dalam Undang-Undang 28/2009 tentang Pajak Daerah dan Retriibusii Daerah (PDRD).
Namun, berdasarkan UU HKPD, rumah kos kiinii tiidak lagii diiniilaii sebagaii hotel sehiingga bukan objek pajak. Dengan demiikiian, pengusaha rumah kos dengan jumlah kamar lebiih darii 10 bebas darii pengenaan pajak hotel.
“iinii tiidak hanya berlaku dii Kota Mataram tetapii se iindonesiia,” kata Syakiiriin sepertii diilansiir lombokpost.jawapos.com. (riig)
