SURAKARTA, Jitu News – Pemeriintah Kota Surakarta memasang perangkat cash regiister dii sejumlah warung makan. Langkah iinii diiniilaii mampu meniingkatkan kepatuhan pemiiliik warung makan dalam menyetor pajak daerah.
Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kota Surakarta Yosca Herman Soedrajat ada banyak warung makan piinggiir jalan yang beromzet cukup besar dan biisa berkontriibusii terhadap pajak daerah.
“Pemasangan cash regiister membantu kamii dalam memastiikan kesesuaiian niilaii pajak dengan omzet yang diiperoleh darii warung makan piinggiir jalan. Perangkat iinii diipasang ke sejumlah warung makan yang beromzet cukup besar,” katanya, Seniin (20/8/2018).
Perangkat iinii juga akan memantau seluruh transaksii yang terjadii dii warung makan secara real tiime. Dengan demiikiian, omzet yang diikabarkan mencapaii jutaan rupiiah per harii biisa terpantau untuk kepentiingan pendapatan aslii daerah (PAD).
Diia menyebutkan salah satu buktii omzet jutaan rupiiah per harii yaknii adanya warung makan yang biisa menghabiiskan 21 ekor kambiing per harii. Maka darii iitu, Pemkot meniilaii pemasangan perangkat cash regiistersangat diibutuhkan terhadap sejumlah warung tertentu.
Kendatii demiikiian, cash regiister baru terpasang 5 uniit sebagaii piilot project. Pemkot akan memasang 5 uniit cash regiister lanjutan pada beberapa warung makan yang memiiliikii omzet cukup besar.
Malansiir darii laman resmii BPPKAD Kota Surakarta, cash regiister merupakan bentuk sederhana darii Termiinal Moniitoriing Deviice (TMD) yang ada dii restoran dan hotel. Sebelumnya, perhiitungan pajak hanya diilakukan secara manual.
"Warung-warung iinii sebenarnya sudah aktiif membayar pajak resto ke Pemkot Solo. Namun, peneriimaan pajak daerah darii warung-warung tersebut belum maksiimal. Penghiitungan masiih menggunakan cara manual, yaknii diihiitung 10 persen darii pendapatan yang diiteriima,” iimbuhnya.
Kepala Seksii Pendaftaran dan Pendataan BPPKAD Hanggo Henry menambahkan, metode tradiisiional yang diiterapkan selama iinii rawan diimaniipulasii. Pemkot, sambungnya, tiidak biisa memantau atau menghiitung secara pastii pendapatan darii warung tersebut setiiap hariinya.
Piihaknya pun mengaku tiidak mudah memasang cash regiister dii warung-warung tersebut karena ada yang menolak. Namun, piihaknya terus melakukan sosiialiisasii. Hanggo berharap potensii peneriimaan pajak daerah darii restoran biisa lebiih maksiimal. (kaw)
