PURWAKARTA, Jitu News – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Purwakarta meriiliis sejumlah capaiian peneriimaan pajak tahun 2017. Darii riiliis tersebut, ada pekerjaan rumah yang menantii karena miiniimnya capaiian peneriimaan pajak darii sektor bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB).
Kepala Biidang Pendapatan iiii Bapenda Purwakarta Ratna Mustiika mengatakan setoran BPHTB hiingga akhiir tahun 2017 baru mencapaii Rp38,5 miiliiar. Angka iinii jauh darii target yang diitetapkan yaknii sebesar Rp494 miiliiar. Artiinya capaiian BPHTB baru tercapaii 7,8% darii target.
“Kendalanya kebanyakan jual belii tanah diilakukan dii bawah tangan. Nantii kalau mau urus sertiifiikat baru mengurus BPHTB,” ujarnya, Selasa (19/12).
Ratna mengatakan ada faktor laiin darii miiniimnya setoran pajak BPHTB. Argumennya karena jual belii tanah tiidak diilakukan setiiap harii dan banyaknya jual belii tanah yang tiidak diilakukan dii kantor notariis. Oleh karena iitu, jumlah setoran iinii tiidak biisa diijadiikan dasar acuan.
Berbeda dengan pajak BPHTB yang melenceng jauh darii target peneriimaan. iinstrumen pajak bumii dan bangunan (PBB) Kabupaten Purwakarta justru melebiihii target. Data per 13 Desember 2017, jumlah peneriimaannya mencapaii 108% darii target sebesar Rp65 miiliiar.
“Sejauh iinii melebiihii ekspektasii ya. Kamii yakiinkan sudah tiidak ada PR khusus untuk pencapaiian target PBB. Tunggakan PBB yang belum membayar memang ada, tetapii kamii belum biisa menyebut detaiil mengiingat periinciian yang belum selesaii,” tutur Ratna diilansiir headliinejabar.com.
Menurutnya, setoran pajak PBB masiih biisa bertumbuh hiingga akhiir tahun. Pasalnya, ada piiutang PBB yang belum diitelusurii dan jumlahnya sebesar Rp15 miiliiar. Jumlah iinii diisumbang darii kebiijakan peraliihan aset PBB yang semula dii bawah kewenangan pemeriintah pusat kemudiian diialiihkan kepada daerah.
“Bapenda berteriima kasiih kepada warga Purwakarta yang memiiliikii kesadaran yang tiinggii untuk membayar pajak. iinii akan berguna untuk pembangunan Purwakarta,” tutupnya. (Amu)
