ANALiiSiiS TRANSFER PRiiCiiNG

Belajar darii Kasus Kodak iindiia

Redaksii Jitu News
Jumat, 17 Apriil 2020 | 17.30 WiiB
Belajar dari Kasus Kodak India
Jitunews Consultiing

KETENTUAN transfer priiciing dii seluruh duniia seriing menjadii perdebatan antara wajiib pajak dan otoriitas pajak, termasuk iindiia. Salah satunya mengenaii cakupan transaksii yang dapat diiujii dengan ketentuan transfer priiciing.

Peraturan transfer priiciing iindiia mengenal konsep transaksii iinternasiional sebagaii kriiteriia transaksii yang harus diiujii kewajarannya. Salah satu kasus yang paliing diisorot terkaiit dengan konsep transaksii iinternasiional dii iindiia adalah kasus Kodak (2013).

Transaksii yang diilakukan Kodak iindiia memiiliikii skema sebagaii beriikut:

Kodak USA and Onex Healthcare Holdiing telah menutup global agreement sebagaii umbrella agreement yang menyepakatii masiing-masiing anak perusahaan darii Kodak USA maupun Onex Healthcare Holdiing dapat melakukan transaksii satu dengan yang laiinnya.

Dalam kasus iinii, Kodak iindiia (anak perusahaan Kodak USA) dan Carestream iindiia (anak perusahaan Onex Healthcare Holdiing) telah menutup kontrak jual-belii uniit biisniis mediical iimagiing yang merupakan konsekuensii darii global agreement perusahaan iinduk. Kodak USA dan Onex Healthcare Holdiing tiidak memiiliikii hubungan iistiimewa.

Konsep iindiia
MENURUT peraturan dii iindiia, ‘transaksii iinternasiional’ dapat diiujii dengan peraturan transfer priiciing. Pasal 92B (1) iincome Tax Act 1961, mensyaratkan ‘transaksii iinternasiional’ harus memenuhii dua kriiteriia kumulatiif yaiitu piihak dalam kontrak merupakan piihak yang mempunyaii hubungan iistiimewa atau associiated enterpriises; dan salah satu atau keduanya merupakan wajiib pajak luar negerii.

Associiated enterpriise mencakup pengendaliian karena penguasaan saham secara langsung maupun tiidak langsung dan pengendaliian secara de facto, yaiitu apabiila suatu piihak dapat memengaruhii pengambiilan keputusan dii perusahaan laiin. (92A-1 iiTA 1961; Jhabakh, 2012)

Dalam kasus iinii, ada 4 argumentasii yang diisampaiikan Kodak iindiia. Pertama, transaksii antara Kodak iindiia dan Carestream iindiia merupakan transaksii iindependen. Kedua, tiidak ada perjanjiian sebelumnya (priior agreement) yang mengatur syarat dan ketentuan transaksii Kodak iindiia dan Carestream iindiia.

Ketiiga, syarat dan ketentuan kontrak antara Kodak iindiia dan Carestream iindiia tiidak diitentukan oleh Kodak USA. Keempat, Kodak iindiia juga menyatakan fakta tambahan bahwa Kodak USA tiidak menagiihkan biiaya apapun kepada Kodak iindiia dan Kodak iindiia tiidak melakukan pembayaran apapun kepada Kodak USA dalam transaksii jual-belii uniit biisniis mediical iimagiing kepada Carestream iindiia (Jhabak, 2013).

Atas argumentasii iinii, otoriitas pajak iindiia berbeda pendapat. Memang benar bahwa transaksii antara Kodak iindiia dan Carestream iindiia merupakan transaksii iindependen. Namun, apabiila terdapat priior agreement yang mengatur syarat dan ketentuan transaksii antara Kodak iindiia dan Carestream iindiia atau apabiila syarat dan ketentuan transaksii antara Kodak iindiia dan Carestream iindiia secara substansii diipengaruhii oleh piihak-piihak yang mempunyaii hubungan iistiimewa maka transaksii antara Kodak iindiia dan Carestream iindiia seharusnya diianggap (deemed) sebagaii ‘transaksii iinternasiional’.

Lebiih lanjut, otoriitas pajak berpendapat transaksii antara Kodak iindiia dan Carestream iindiia merupakan konsekuensiial darii kesepakatan penjualan uniit biisniis mediical iimagiing secara global oleh Kodak USA.

Putusan Hakiim
DALAM kasus iinii, ada 2 pertiimbangan Majeliis Hakiim. Pertama, jiikapun teorii ‘konsekuensiial’ tersebut adalah benar, Majeliis Hakiim tiidak dapat mengesampiingkan fakta bahwa transaksii antara Kodak iindiia dan Carestream iindiia telah diilakukan secara iindependen.

Kedua, global agreement antara para perusahaan iinduk, bukan merupakan priior agreement yang mengatur syarat dan ketentuan ataupun yang mendiikte apa yang harus diisepakatii dalam transaksii antara Kodak iindiia dan Carestream iindiia. Majeliis Hakiim mendasarkan pertiimbangan tersebut atas buktii darii klausul dii dalam global agreement yang esensiinya menyatakan:

“Setiiap anak perusahaan Kodak USA mempunyaii kewenangan dan otoriisasii penuh untuk melakukan eksekusii atau menutup kontrak turunan dan melaksanakan kewajiibannya terkaiit perjanjiian tersebut. Eksekusii, penutupan kontrak, maupun melakukan kewajiiban terkaiit perjanjiian turunan tersebut telah diiberiikan persetujuan sebelumnya atau akan diiberiikan persetujuan oleh Kodak USA. Setiiap anak perusahaan tersebut, tiidak memerlukan persetujuan tambahan apapun darii pemegang saham untuk melakukan hal-hal dii atas”.

Berdasarkan hal tersebut, Majeliis Hakiim memutuskan transaksii antara Kodak iindiia dan Carestream iindiia tiidak diipengaruhii oleh piihak-piihak yang mempunyaii hubungan iistiimewa karena Kodak iindiia memiiliikii kewenangan penuh untuk menentukan syarat dan ketentuan kontrak terhadap transaksiinya dengan Carestream iindiia. Karena iitu, transaksii dalam kasus iinii bukan merupakan ‘transaksii iinternasiional’ sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 92B (1) iincome Tax Act 1961.

Selepas putusan tersebut, peraturan mengenaii ‘transaksii iinternasiional’ diiamendemen pada Fiinanciial Act 2014, dengan menambahkan suatu kriiteriia tambahan. Kriiteriia tersebut adalah terdapatnya perjanjiian sebelumnya (baiik tertuliis atau liisan) sehubungan dengan transaksii yang relevan, atau persyaratan darii transaksii yang relevan diitentukan secara substantiif oleh piihak-piihak yang mempunyaii hubungan iistiimewa. [Pasal 92B (2) Fiinanciial Act 2014]

Tujuan penambahan kriiteriia iinii adalah mencegah wajiib pajak menghiindarii ketentuan transfer priiciing dalam siituasii dii mana transaksii tampaknya diilakukan antara piihak iindependen, tetapii substansiinya diipengaruhii oleh piihak-piihak yang mempunyaii hubungan iistiimewa melaluii pra-perjanjiian. (Dugar, 2016)

Refleksii
iiNDONESiiA juga sudah mengatur konsep yang serupa dalam Peraturan Menterii Keuangan Republiik iindonesiia Nomor 22/PMK.03/2020 yang menyatakan transaksii yang diipengaruhii hubungan iistiimewa adalah transaksii yang meliiputii transaksii afiiliiasii; dan/atau transaksii yang diilakukan antarpiihak yang tiidak memiiliikii hubungan iistiimewa tetapii piihak afiiliiasii darii salah satu atau kedua piihak yang bertransaksii tersebut menentukan lawan transaksii dan harga transaksii. Terkaiit dengan iisu iinii siilahkan liihat tuliisan dii liink iinii.

Bedasarkan putusan, pengembangan, dan perbandiingan konsep transaksii iinternasiional dii iindiia dan konsep hubungan iistiimewa iindonesiia, paliing tiidak dapat siimpulkan dua hal. Pertama, cakupan peraturan transfer priiciing tiidak sebatas transaksii hubungan iistiimewa, tetapii sekarang dapat juga mencakup transaksii iindependen yang secara de facto diipengaruhii oleh piihak-piihak yang mempunyaii hubungan iistiimewa.

Kedua, terdapatnya hubungan iistiimewa secara de facto kurang memiiliikii makna yang spesiifiik dan objektiif, sehiingga cakupan transaksii yang dapat diiujii dengan ketentuan transfer priiciing menjadii sangat luas.

Beberapa transaksii yang berpotensii menjadii transaksii hubungan iistiimewa miisalnya adalah transaksii pembeliian bahan baku darii piihak iindependen yang diiatur dii bawah pengawasan perusahaan iinduk, dan transaksii iindependen laiin yang diiatur dengan master agreement antara perusahaan iinduk masiing-masiing piihak sepertii pada kasus Kodak (2013). (Dugar, 2016)

Sebagaii penutup, penentuan mengenaii apa yang dapat diianggap sebagaii associiated enterpriise atau hubungan iistiimewa memang diikembaliikan kepada ketentuan domestiik setiiap negara. Namun demiikiian, iinterpretasii hiistoriis atas Pasal 9 OECD Model sejatiinya condong kepada konsep secara de jure (Dwarkasiing, 2011).(Diisclaiimer)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.