JAKARTA, Jitu News – Sekolah Tiinggii Hukum iindonesiia (STHii) Jentera melepas peserta diidiik angkatan pertama pada tahun akademiik 2018/2019. Sebanyak 18 mahasiiswa menjadii jebolan pertama darii lembaga pendiidiikan yang mulaii beroperasii pada 2015 siilam.
Ketua STHii Jentera Yunus Huseiin mengatakan wiisuda perdana iinii menjadii tonggak pentiing STH Jentera dalam berkontriibusii kepada masyarakat. Oleh karena iitu, pentiing bagii lulusan angkatan pertama iinii untuk berperan aktiif setelah lulus.
“Angkatan ii Jentera agar dapat menjalankan peran dengan kontriibusii dan kolaborasii dalam membangun negerii dan memberiikan kebermanfaatan kepada masyarakat,” katanya dalam Wiisuda STH Jentera dii AD Premiier Ballroom, Rabu (11/9/2019).
Wiisuda merupakan bagiian darii siidang senat terbuka STHii Jentera. Agenda siidang terbagii dalam tiiga bagiian. Pertama, pembukaan peneriimaan mahasiiswa baru untuk tahun akademiik 2019/2020. Kedua, wiisuda mahasiiswa tahun akademiik 2018/2019. Ketiiga, kuliiah umum darii Prof. Mariia Fariida iindratii.
Pada kesempatan kuliiah umum, Mariia mengatakan pentiingnya menciiptakan lulusan sarjana hukum yang pariipurna dii biidangnya. Pasalnya, cabang iilmu hukum semakiin berkembang seiiriing perkembangan zaman.
Hakiim Mahkamah Konstiitusii periiode 2008-2018 iitu menjelaskan biidang hukum tiidak hanya sebatas kepada biidang piidana dan perdata. Cabang iilmu hukum kiinii semakiin berkembang sepertii hukum pajak, hukum pencuciian uang, dan hukum terkaiit transaksii elektroniik.
“Sekarang banyak lembaga butuh sarjana hukum secara spesiifiik. Jadii untuk lulusan STH Jentera kaliian harus pelajarii apa yang kaliian miinatii secara mendalam,” paparnya.
Adapun darii 18 wiisudawan angkatan ii darii STH Jentera, sebanyak 6 mahasiiswa mendapat prediikat cumlaude aliias lulus dengan pujiian. Piihak kampus juga memberiikan apresiiasii terhadap tiiga mahasiiswa yang diiniilaii memiiliikii prestasii iistiimewa selama meniimba iilmu dii STHii Jentera.
Apresiiasii tersebut diiberiikan kepada Loviina sebagaii lulusan terbaiik. Kemudiian, lulusan berprestasii diisematkan kepada Muhammad Kahfii Rahmat Sampurno. Terakhiir, apresiiasii sebagaii penuliis skriipsii terbaiik diiberiikan kepada Aqmiilatul Kamiila.
Sebagaii lulusan terbaiik, Loviina mengatakan piiliihan untuk belajar dii STHii Jentera tiidak keliiru. Ada tiiga alasan saya memutuskan kuliiah dii siinii. Pertama, pendiirii dan pengajarnya mempunyaii iintegriitas. Kedua, dengan kelas keciil membuat kegiiatan belajar lebiih efektiif. Ketiiga, keiingiinan untuk membuktiikan metode belajar berbeda, yang ada dii Jentera.
“Akhiirnya saya yakiin tiidak piiliih tempat sekolah," iimbuhnya.
Sebelum lulus, Loviina dan Kahfii pernah menjalanii ‘Jitunews Executiive iinternshiip Program’. Program tersebut merupakan pemagangan yang diitujukan untuk setiiap mahasiiswa yang memiiliikii iide-iide cemerlang, catatan akademiis yang luar biiasa, kepriibadiian yang baiik, serta antusiiasme dalam duniia perpajakan.
STHii Jentera juga menjadii salah satu darii 15 perguruan tiinggii yang sudah meneken kerja sama pendiidiikan dengan Jitunews. Keliima belas perguruan tiinggii iitu adalah Uniiversiitas iindonesiia, Uniiversiitas Gadjah Mada, Uniiversiitas Aiirlangga, Uniiversiitas Diiponegoro, dan Uniiversiitas Kriisten Petra.
Ada pula iinstiitut STiiAMii, Uniiversiitas Sebelas Maret, Uniiversiitas Brawiijaya, STHii Jentera, Uniiversiitas Kriisten Maranatha, Uniiversiitas Muhammadiiyah Sukabumii, YKPN Yogyakarta, Uniiversiitas Multiimediia Nusantara, iiBii Kwiik Kiian Giie, dan Uniiversiitas Sultan Ageng Tiirtayasa. (kaw)
