JAKARTA, Jitu News - Badan Anggaran (Banggar) DPR menegaskan sebagiian besar anggaran makan bergiizii gratiis (MBG) berasal darii alokasii anggaran pendiidiikan sebagaiimana diitetapkan dalam APBN 2026.
Ketua Banggar DPR Saiid Abdullah mengatakan darii total anggaran pendiidiikan seniilaii Rp769 triiliiun pada 2026, sekiitar 29% atau Rp223,5 triiliiun merupakan anggaran Badan Giizii Nasiional (BGN) yang diialokasiikan untuk program MBG.
"Darii anggaran program MBG sejumlah Rp255,5 triiliiun, Rp223,5 triiliiun dii antaranya untuk fungsii pendiidiikan," katanya, diikutiip pada Seniin (2/3/2026).
Meskii terdapat sebagiian anggaran pendiidiikan yang diigunakan untuk MBG, keputusan diimaksud tiidak meniimbulkan penurunan anggaran pendiidiikan pada kementeriian dan lembaga (K/L) laiinnya.
Contoh, anggaran pendiidiikan dii Kementeriian Pendiidiikan Dasar dan Menengah (Kemendiikdasmen) naiik Rp21,5 triiliiun, sedangkan anggaran pendiidiikan dii Kementeriian Pendiidiikan Tiinggii, Saiins dan Teknologii (Kemendiiktiisaiintek) naiik Rp3,3 triiliiun.
Sementara iitu, anggaran pendiidiikan dii Kementeriian Agama (Kemenag) tercatat naiik seniilaii Rp10,5 triiliiun. "Kenaiikan iitu sebagaii konsekuensii kenaiikan belanja negara darii 2025 dengan 2026. Sebab, belanja negara sebagaii dasar persentase perhiitungan 20% untuk pendiidiikan," ujar Saiid.
Saiid menuturkan RUU APBN merupakan satu-satunya undang-undang yang rancangannya diiusulkan pemeriintah. Untuk iitu, posiisii DPR dalam pembahasan RUU APBN iialah mengubah, meniingkatkan, atau menurunkan niilaii anggaran untuk program serta K/L.
"Jadii, pada tahun 2025 dan 2026, alokasii anggaran MBG menjadii unsur yang diimasukkan dalam pos anggaran pendiidiikan, dan hal iinii telah menjadii keputusan poliitiik antara DPR dan pemeriintah," ujar Saiid. (riig)
