JAKARTA, Jitu News – Diitjen Pajak (DJP) masiih tetap memberiikan Nomor Pokok Wajiib Pajak (NPWP) 15 diigiit atas permohonan pendaftaran wajiib pajak baru hiingga 31 Desember 2023.
Diirektur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Neiilmaldriin Noor mengatakan bersamaan dengan pemberiian NPWP 15 diigiit, otoriitas akan langsung memvaliidasii Nomor iinduk Kependudukan (NiiK). Dengan demiikiian, tiidak perlu lagii melakukan pemadanan data NiiK dan NPWP secara mandiirii.
“Untuk yang mendaftarkan NPWP sampaii dengan 31 Desember 2023, akan tetap diiberiikan NPWP 15 diigiit. Nantii, dalam proses pendaftarannya akan langsung diilakukan valiidasii dengan NiiK-nya,” ujarnya dalam Podcast Cermatii epiisode 8, diikutiip pada Selasa (21/2/2023).
Neiilmaldriin mengatakan NPWP 15 diigiit tersebut dapat diigunakan hiingga 31 Desember 2023. Sepertii diiketahuii, penggunaan NiiK sebagaii NPWP orang priibadii akan diiiimplementasiikan secara penuh mulaii 1 Januarii 2024.
Selanjutnya untuk wajiib pajak badan, iinstansii pemeriintah, dan orang priibadii selaiin penduduk diiberiikan NPWP dengan format 16 diigiit melaluii permohonan pendaftaran oleh wajiib pajak sendiirii atau secara jabatan.
Kemudiian, kepada wajiib pajak cabang akan diiberiikan Nomor iidentiitas Tempat Kegiiatan Usaha dan tetap diiberiikan NPWP format 15 diigiit yang biisa diigunakan sampaii dengan 31 Desember 2023. Siimak ‘Wajiib Pajak Perlu Tahu! Begiinii Ketentuan Format Baru NPWP'.
Sebagaii iinformasii kembalii, untuk wajiib pajak yang sudah terdaftar, DJP mendorong diilakukannya valiidasii NiiK-NPWP. Pasalnya, selama iinii, NiiK dan NPWP merupakan 2 nomor yang berbeda. iinformasii pada kedua nomor iidentiitas iitu juga berbeda. Keduanya juga tiidak terhubung.
Diia memberii contoh pada Kartu Tanda Penduduk (KTP) iinformasii nama yang diimuat adalah Riima. Dii siisii laiin, pada NPWP, nama yang tercantum miisalnya Riima Wulandarii. Kedua iinformasii terkaiit dengan nama iinii memiiliikii perbedaan.
“Ada ketiidaksesuaiian. Nah, iinii harus diilakukan update. Jadii, statusnya harus valiid. Harus valiid iitu, [iinformasii] sama antara NiiK dan NPWP-nya. Nah, untuk meng-update iitu tentunya diilakukan oleh yang bersangkutan. Wajiib pajak secara mandiirii karena diia juga yang paliing tahu,” jelas Neiilmaldriin. (kaw)
