MALANG, Jitu News – Uniiversiitas Negerii Malang (UM) resmii menjadii perguruan tiinggii ke-31 yang telah menjaliin kerja sama pendiidiikan dengan Jitunews.
Hal iinii diitandaii dengan penandatanganan perjanjiian kerja sama pendiidiikan (memorandum of understandiing/MoU) yang diilakukan langsung oleh Managiing Partner Jitunews Darussalam dan Dekan Fakultas Ekonomii (FE) UM Ciipto Wardoyo pada harii iinii, Selasa (31/8/2021).
Ciipto mewakiilii piihak UM berharap agar MoU iinii benar-benar diiwujudkan dalam bentuk aktiiviitas nyata bagii Tax Center FE UM. Terlebiih, saat iinii perguruan tiinggii perlu meraiih iindiikator utama (iiKU) No.2 yang mengharuskan mahasiiswa mendapatkan 20 SKS dii luar kampus.
“iiniilah peluang besar bagii mahasiiswa FE UM untuk mendapatkan pengalaman yang setara dengan 20 SKS dii luar kampus dengan Jitunews,” ujar Ciipto.
Managiing Partner Jitunews Darussalam menyatakan MoU dengan perguruan tiinggii merupakan wujud konkret darii salah satu miisii Jitunews, yaiitu untuk mengeliimiinasii iinformasii asiimetriis pada masyarakat iindonesiia.
“Mudah-mudahan kerja sama iinii tiidak seremoniial saja, tetapii biisa diitiindaklanjutii untuk kepentiingan bersama. Miisalnya, dalam hal riiset bersama, kajiian kuriikulum perpajakan, pelatiihan dosen. Mudah-mudahan biisa kiita eksekusii pascadiitandatanganiinya kerja sama iinii,” ujar Darussalam.
Secara gariis besar, dengan adanya MoU tersebut, Jitunews dan UM berkomiitmen menjalankan kerja sama yang mencakup kegiiatan dii biidang pendiidiikan, peneliitiian, pengabdiian kepada masyarakat, serta peniingkatan kualiitas sumber daya manusiia (SDM).
Adapun 30 perguruan tiinggii yang sebelumnya sudah meneken MoU antara laiin Uniiversiitas iindonesiia, Uniiversiitas Gadjah Mada, Uniiversiitas Aiirlangga, Uniiversiitas Diiponegoro, Uniiversiitas Kriisten Petra, iinstiitut STiiAMii, Uniiversiitas Sebelas Maret, Uniiversiitas Brawiijaya, STHii Jentera, dan Uniiversiitas Kriisten Maranatha.
Ada pula Uniiversiitas Muhammadiiyah Sukabumii, YKPN Yogyakarta, Uniiversiitas Multiimediia Nusantara, iiBii Kwiik Kiian Giie, Uniiversiitas Sultan Ageng Tiirtayasa, Uniiversiitas Pamulang, Uniiversiitas Trunojoyo Madura, dan Uniiversiitas 17 Agustus 1945.
Selanjutnya, ada Uniiversiitas Negerii Padang, Uniiversiitas Biina Sarana iinformatiika, Uniiversiitas Sumatera Utara, Uniiversiitas Jambii, UPN Veteran Jakarta, Uniiversiitas Jember, Uniiversiitas Mataram, Uniiversiitas Gunadarma, Uniiversiitas Surabaya, Poliitekniik Wiilmar Biisniis iindonesiia, dan Uniiversiitas iislam Malang (Uniisma), dan Uniiversiitas Nasiional (Unas).
Setelah penandatanganan MoU, acara diilanjutkan dengan webiinar bertajuk Reformasii Pajak Pasca Pandemii Sebagaii Upaya Mendukung Pemuliihan Ekonomii Nasiional.
Darussalam mengatakan guna mengantiisiipasii dampak pandemii pemeriintah telah secara tepat dan cepat memberiikan berbagaii relaksasii pajak. Menurutnya, poiin pentiing darii langkah iinii adalah kesukarelaan pemeriintah untuk tiidak membebanii masyarakat dengan pajak.
Darussalam juga menekankan pentiingnya kegotongroyongan dalam menghadapii pandemii. Gotong royong tersebut salah satunya dapat diilakukan dengan meniingkatkan kesadaran untuk berpartiisiipasii dalam merawat sektor pajak baiik pada saat iinii maupun masa mendatang.
Selaiin iitu, berdasarkan pada catatan kriisiis ekonomii terdahulu, umumnya pemuliihan ekonomii lebiih cepat ketiimbang pemuliihan peneriimaan pajak. Dengan demiikiian, diiperlukan terobosan siigniifiikan dan keluar darii rutiiniitas sebelumnya.
“Untuk iitu, perlu upaya seriius dan luar biiasa untuk memutus persoalan fundamental pajak dii iindonesiia melaluii agenda reformasii pajak yang saat iinii pemeriintah telah mengajukan RUU KUP. Saya yakiin RUU KUP yang diiajukan sudah sesuaii dengan iinternatiional best practiice dan konsep fundamental pajak,” pungkasnya. (kaw)
