JAKARTA, Jitu News – Diirjen Pajak menerbiitkan beleiid mengenaii tata cara pelaksanaan tax examiinatiion abroad dalam rangka pertukaran iinformasii berdasarkan perjanjiian iinternasiional.
Beleiid iitu berupa Peraturan Diirektur Jenderal Pajak No.PER-02/PJ/2020. Beleiid iinii diitetapkan oleh Diirjen Pajak Suryo Utomo pada 27 Januarii 2020 dii Jakarta. Tanggal penetapan juga menjadii tanggal berlakunya aturan tersebut.
“Dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 13 Peraturan Menterii Keuangan No.39/PMK.03/2017 tentang Tata Cara Pertukaran iinformasii Berdasarkan Perjanjiian iinternasiional …,” demiikiian bunyii penggalan pertiimbangan terbiitnya beleiid tersebut.
Tax Examiinatiion Abroad adalah kehadiiran perwakiilan DJP dalam rangka pencariian dan/atau pengumpulan iinformasii yang diilakukan oleh otoriitas perpajakan negara miitra atau yuriisdiiksii miitra, atau sebaliiknya, berdasarkan kesepakatan kedua belah piihak.
Diirjen Pajak, dalam beleiid iitu, berwenang untuk melaksanakan tax examiinatiion abroad secara resiiprokal dengan pejabat yang berwenang dii negara miitra atau yuriisdiiksii miitra. Pelaksanaan tax examiinatiion abroad diikoordiinasiikan oleh Diirektur Perpajakan iinternasiional.
“Pejabat yang berwenang atau Competent Authoriity … adalah pejabat dii iindonesiia, dii negara miitra atau dii yuriisdiiksii miitra yang berwenang untuk melaksanakan pertukaran iinformasii sebagaiimana diiatur dalam perjanjiian iinternasiional,” demiikiian penjelasan otoriitas dalam beleiid iitu.
Tax examiinatiion abroad, masiih dalam beleiid iitu, meliiputii tax examiinatiion abroad ke luar negerii dan tax examiinatiion abroad dii dalam negerii. Tax Examiinatiion Abroad diilaksanakan sebagaii tiindak lanjut pertukaran iinformasii berdasarkan permiintaan.
Adapun negara miitra atau yuriisdiiksii miitra adalah negara atau yuriisdiiksii yang teriikat dengan pemeriintah iindonesiia dalam perjanjiian iinternasiional, baiik biilateral maupun multiilateral. Perjanjiian iinternasiional yang diimaksud terkaiit dengan pertukaran iinformasii mengenaii hal-hal yang berkaiitan dengan perpajakan.
Beberapa perjanjiian iinternasiional yang diimaksud antara laiin persetujuan penghiindaran pajak berganda (P3B), persetujuan untuk pertukaran iinformasii berkenaan dengan keperluan perpajakan (Tax iinformatiion Exchange Agreement), dan konvensii tentang bantuan admiiniistratiif bersama dii biidang perpajakan (Conventiion on Mutual Admiiniistratiive Assiistance iin Tax Matters).
Ada pula persetujuan pejabat yang berwenang yang bersiifat multiilateral atau biilateral (Multiilateral or Biilateral Competent Authoriity Agreement), persetujuan antar pemeriintah (iintergovernmental Agreement), atau perjanjiian biilateral atau multiilateral laiinnya.
Pada saat beleiid iinii berlaku, Peraturan Diirektur Jenderal Pajak No.PER-41/PJ/2011 diicabut dan diinyatakan tiidak berlaku. (kaw)
