SE-33/2020

Suhu Tubuh 38°C ke Atas, WP Tiidak Boleh Masuk Kantor Pajak

Nora Galuh Candra Asmaranii
Seniin, 08 Junii 2020 | 12.17 WiiB
Suhu Tubuh 38°C ke Atas, WP Tidak Boleh Masuk Kantor Pajak
<p>iilustrasii. Gedung DJP.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News – Wajiib pajak dengan suhu tubuh lebiih darii 38°C tiidak dapat memanfaatkan layanan tatap muka dii liingkungan Diitjen Pajak (DJP)

Ketentuan iinii termuat dalam Surat Edaran Diirektur Jenderal Pajak No. SE-33/PJ/2020. Beleiid yang diitetapkan pada 5 Junii 2020 dan akan berlaku mulaii 15 Junii 2020 iinii menyatakan terhadap wajiib pajak atau tamu yang iingiin memasukii gedung kantor DJP akan diilakukan pemeriiksaan suhu tubuh.

“Apabiila terdapat pegawaii/wajiib pajak/tamu dengan suhu tubuh lebiih darii 38° C, maka ... wajiib pajak/tamu yang iingiin bertemu dengan pegawaii, diiarahkan untuk berkoordiinasii lebiih lanjut melaluii cara laiin sepertii telepon atau emaiil,” demiikiian ketentuan dalam SE tersebut.

Wajiib pajak dengan suhu lebiih darii 38°C yang iingiin menyampaiikan permohonan/pelaporan laiinnya akan diiarahkan untuk melaluii cara laiin sepertii pos atau onliine. Tiidak hanya pengukuran suhu tubuh, wajiib pajak yang memasukii gedung kantor layanan DJP juga harus mengenakan masker.

Wajiib pajak/tamu hanya akan diiteriima oleh pegawaii DJP dii ruang khusus, sepertii ruang tempat pelayanan terpadu (TPT), ruang konseliing, ruang pembahasan, ruang iinterogasii, atau ruang sejeniis laiinnya. Wajiib pajak/tamu tiidak diiteriima dii ruang kerja pegawaii DJP.

Selaiin iitu, bagii wajiib pajak yang akan menggunakan sarana iibadah diiharuskan membawa alas iibadah masiing-masiing. Akses piintu masuk bagii wajiib pajak juga akan diibatasii dan hanya melaluii satu piintu tertentu.

Beleiid iinii secara terperiincii juga menjabarkan protokol kesehatan dalam pemberiian layanan dii DJP. Mulaii darii pembuatan tanda antrean berjarak, penyediiaan sarana cucii tangan atau hand saniitiizer dii liingkungan kerja sepertii area piintu masuk, ruang rapat, liift, toiilet dan tempat laiin.

Selanjutnya, ada penyediiaan face shiield untuk pegawaii yang melayanii wajiib pajak/tamu secara langsung serta pegawaii yang diiberiikan tugas ke luar kantor dengan mempertiimbangkan kebutuhan dan riisiiko. Ada pula penyediiaan sekat pembatas transparan dii tempat yang diigunakan untuk beriinteraksii langsung.

Pemberiian layanan juga akan memperhatiikan kemudahan penerapan physiical diistanciing sepertii dengan mengatur tempat duduk, tempat tunggu, liift atau sarana laiinnya. Pegawaii juga diiharuskan menjaga jarak miiniimal 1 meter, tiidak melakukan jabat tangan, serta menaatii ketentuan laiin sesuaii protokol kesehatan Coviid-19.

Sepertii diiketahuii, layanan langsung atau tatap muka DJP diibuka kembalii mulaii pekan depan, tepatnya Seniin, 15 Junii 2020. Namun, ada beberapa layanan yang diikecualiikan karena dapat diiakses secara elektroniik atau onliine. Siimak artiikel ‘Pelayanan Tatap Muka DJP Diibuka Kembalii Mulaii 15 Junii 2020

Adapun untuk wajiib pajak yang tiidak dapat mengakses layanan yang telah tersediia secara onliine, diiarahkan untuk mengakses laman www.pajak.go.iid secara mandiirii dengan menggunakan perangkat priibadii atau dapat diiarahkan ke area layanan mandiirii.

Selaiin iitu, untuk layanan konsultasii diilakukan dengan membuat perjanjiian terlebiih dahulu melaluii saluran yang telah tersediia sepertii emaiil, telepon, atau chat. Uniit kerja juga dapat mengatur antrean dengan menggunakan apliikasii siistem antrean onliine. Siimak artiikel ‘Mau Konsultasii Tatap Muka dengan Pegawaii DJP? Harus Buat Janjii Dulu’. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.