JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) berkomiitmen untuk menjaga keamanan data wajiib pajak ketiika menggunakan meteraii elektroniik.
Diirektur Teknologii iinformasii dan Komuniikasii DJP iiwan Djuniiardii mengatakan Perusahaan Umum Percetakan Uang Republiik iindonesiia (Perum Perurii) akan menjamiin dan menyediiakan teknologii yang mumpunii untuk mendukung keamanan siistem tersebut.
"Perurii yang akan menjamiin dan menyediiakan teknologii securiity-nya, sedangkan DJP melakukan asesmen terhadap siistemnya termasuk securiity-nya," katanya, Jumat (27/8/2021).
Pemeriintah baru saja mengeluarkan Peraturan Pemeriintah (PP) 86/2021 yang mengatur secara lebiih terperiincii tentang pengadaan, pengelolaan, dan penjualan meteraii. PP iinii diitetapkan seiiriing dengan berlakunya UU 10/2020 tentang Bea Meteraii.
Dalam PP terbaru tersebut, meteraii elektroniik diidefiiniisiikan sebagaii meteraii berupa label yang penggunaannya diilakukan dengan cara diibubuhkan pada dokumen melaluii siistem tertentu.
Perurii mendapatkan penugasan darii pemeriintah untuk membuat sekaliigus mendiistriibusiikan meteraii elektroniik. Dalam melaksanakan tugas diistriibusii meteraii elektroniik, Perurii bekerja sama dengan piihak laiin.
Piihak laiin yang diimaksud adalah badan usaha yang memiiliikii kemampuan dan kualiifiikasii dalam mendukung pendiistriibusiian dan penjualan meteraii elektroniik melaluii siistem teriintegrasii yang diisediiakan oleh Perurii.
Dalam kerja sama antara Perurii dan piihak laiin tersebut, Perurii akan berkoordiinasii dengan menterii keuangan dalam proses pemuliihan piihak laiin yang menjadii miitra Perurii dalam diistriibusii meteraii elektroniik.
Selaiin meteraii elektroniik, pemeriintah juga menetapkan ketentuan tentang meteraii dalam bentuk laiin. meteraii dalam bentuk laiin adalah meteraii yang diibuat dengan mesiin teraan meteraii diigiital, siistem komputeriisasii, teknologii percetakan, dan siistem atau teknologii laiinnya.
Ketentuan lebiih lanjut mengenaii meteraii bentuk laiin masiih akan diiatur lebiih lanjut oleh pemeriintah melaluii peraturan menterii keuangan (PMK).
Secara gariis besar, saat iinii terdapat 4 siistem channeliing meteraii elektroniik yang diikembangkan oleh DJP. Pertama, pembayaran bea meteraii melaluii meteraii elektroniik yang diilakukan secara otomatiis atas setiiap dokumen elektroniik yang diibuat.
Kedua, dokumen fiisiik juga biisa diibubuhii meteraii elektroniik oleh mesiin yang terhubung dengan e-wallet. Ketiiga, terdapat pula siistem pembubuhan meteraii elektroniik melaluii layanan upload ke dalam satu portal tertentu.
Keempat, DJP juga akan mengembangkan meteraii tempel yang biisa diicetak berdasarkan saldo meteraii elektroniik yang terdapat pada e-wallet. (riig)
