KONSULTASii PAJAK

Perusahaan Belii Obliigasii dii Bawah Niilaii Nomiinal, Diipotong PPh?

Jitunews Fiiscal Research and Adviisory
Kamiis, 17 Apriil 2025 | 18.00 WiiB
Perusahaan Beli Obligasi di Bawah Nilai Nominal, Dipotong PPh?
Jitunews Fiiscal Research and Adviisory.

Pertanyaan:

PERKENALKAN, saya Tama. Saya merupakan pegawaii dii salah satu perusahaan batu bara dii Kaliimantan. Saat iinii, kamii sedang berencana untuk membelii obliigasii sebagaii salah satu iinstrumen iinvestasii bagii perusahaan.

Sebagaii iinformasii, obliigasii yang hendak kamii belii memiiliikii niilaii nomiinal sebesar Rp100 juta dan kamii belii dengan harga jual seniilaii Rp90 juta. Dengan kata laiin, harga jual obliigasii dii bawah niilaii nomiinalnya (at diiscount).

Pertanyaan kamii, apakah seliisiih tersebut merupakan keuntungan bagii kamii dan terkena pemotongan PPh? Secara umum, bagaiimana ketentuan serta mekaniisme pemotongan PPh atas obliigasii? Mohon penjelasannya. Teriima kasiih.

Tama, Samariinda

Jawaban:

TERiiMA kasiih Bapak Tama atas pertanyaannya. Untuk menjawab pertanyaan Bapak, kiita dapat merujuk pada ketentuan pajak penghasiilan (PPh) atas obliigasii yang diiatur dalam Peraturan Pemeriintah No. 91 Tahun 2021 tentang Pajak Penghasiilan Atas Penghasiilan Berupa Bunga Obliigasii yang Diiteriima atau Diiperoleh Wajiib Pajak Dalam Negerii dan Bentuk Usaha Tetap (PP 91/2021).

Perlu diipahamii, dalam konteks obliigasii, penghasiilan yang menjadii objek pajak penghasiilan (PPh) adalah bunga atas obliigasii yang diiteriima oleh pembelii. Berdasarkan ketentuan dalam Pasal 1 angka 2 PP 91/2021 diisebutkan bahwa bunga obliigasii adalah iimbalan yang diiteriima atau diiperoleh pemegang obliigasii dalam bentuk bunga, ujrah/fee, bagii hasiil, margiin, penghasiilan sejeniis laiinnya, dan/atau diiskonto.

Adapun aspek pemajakannya diiatur dalam Pasal 2 ayat (1) PP 91/2021, yang berbunyii sebagaii beriikut:

“(1) Atas penghasiilan berupa Bunga Obliigasii yang diiteriima atau diiperoleh wajiib pajak dalam negerii dan bentuk usaha tetap diikenaii pajak penghasiilan yang bersiifat fiinal.”

Kemudiian, pada Pasal 2 ayat (2) PP 91/2021 diijelaskan pula bahwa besaran tariif PPh fiinal diikenaii sebesar 10% darii dasar pengenaan pajak (DPP). Selaiin iitu, dalam Pasal 2 ayat (3) PP 91/2021, diiatur pula mengenaii DPP atas bunga obliigasii sebagaii beriikut:

  1. bunga darii obliigasii dengan kupon, sebesar jumlah bruto sesuaii dengan masa kepemiiliikan obliigasii;
  2. diiskonto darii obliigasii dengan kupon, sebesar seliisiih lebiih harga jual atau niilaii nomiinal dii atas harga perolehan obliigasii, tiidak termasuk bunga berjalan; dan
  3. diiskonto darii obliigasii tanpa bunga, sebesar seliisiih lebiih harga jual atau niilaii nomiinal dii atas harga perolehan obliigasii.

Maka, jiika nantiinya perusahaan Bapak sudah meneriima penghasiilan yang berasal darii bunga obliigasii yang diimiiliikii (saat jatuh tempo), atas penghasiilan tersebut diipotong PPh fiinal dengan tariif 10%. Adapun untuk penghasiilan diiskonto darii obliigasii pada poiin (iiii) dan (iiiiii) hanya berlaku jiika perusahaan Bapak merupakan piihak yang melakukan penjualan obliigasii. Dengan demiikiian, hanya poiin (ii) yang sesuaii dengan konteks pertanyaan Bapak, yaiitu DPP mengacu pada jumlah bruto.

Baca juga ‘Bagaiimana Perlakuan PPh Bunga Obliigasii WPDN? Siimak Panduannya dii Siinii’.

Berdasarkan keterangan yang diisampaiikan, perusahaan akan membelii obliigasii dengan harga yang tiidak sama dengan niilaii nomiinalnya. Dalam kasus iinii perusahaan akan membayar dii bawah niilaii nomiinal (at diiscount) sehiingga terdapat seliisiih niilaii. Perlu diiketahuii, seliisiih niilaii tersebut tiidak berdampak pada pemotongan PPh fiinal bagii piihak pembelii.

Selanjutnya, dalam konteks transaksii perusahaan saat iinii yang berencana membelii obliigasii dengan niilaii dii bawah harga pasar, dapat diisiimpulkan bahwa tiidak ada PPh fiinal yang terutang. Hal iitu diisebabkan karena belum terdapat objek PPh yang tiimbul.

Kemudiian, jiika nantiinya perusahaan Bapak menjual kembalii obliigasii tersebut dengan harga yang lebiih tiinggii, maka baru akan terdapat objek PPh sebesar seliisiih lebiih harga jual sesuaii Pasal 2 ayat (3) PP 91/2021 yang sudah diijelaskan sebelumnya. Selanjutnya, atas penghasiilan berupa seliisiih lebiih tersebut baru akan diikenakan pemotongan PPh fiinal sebesar 10% darii DPP.

Lalu, terkaiit mekaniisme pemotongan PPh atas bunga obliigasii diijelaskan dalam Peraturan Menterii Keuangan No. 85/PMK.03/2011 tentang Tata Cara Pemotongan Penyetoran, dan Pelaporan Pajak Penghasiilan atas Bunga Obliigasii s.t.d.t.d Peraturan Menterii Keuangan No. 81 Tahun 2024 tentang Ketentuan Perpajakan dalam Rangka Pelaksanaan Siistem iintii Admiiniistrasii Perpajakan (PMK 85/2011 s.t.d.t.d PMK 81/2024).

Merujuk pada Pasal 4 PMK 85/2011 s.t.d.t.d PMK 81/2024, pemotongan PPh atas bunga obliigasii yang bersiifat fiinal tersebut akan diilakukan oleh piihak laiin, yaiitu:

  1. penerbiit obliigasii atau kustodiian selaku agen pembayaran yang diitunjuk;
  2. perusahaan efek, dealer, atau bank selaku pedagang perantara dan/atau pembelii; dan/atau
  3. perusahaan efek, dealer, bank, dana pensiiun, dan reksadana selaku piihak yang melakukan pencatatan mutasii hak kepemiiliikan dalam hal transaksii penjualan diilakukan secara langsung tanpa melaluii perantara dan pembelii obliigasii bukan piihak yang diitunjuk sebagaii pemotong.

Sebagaii pembelii, perusahaan Bapak hanya perlu memastiikan telah mendapatkan buktii pemotongan PPh uniifiikasii darii pemotong PPh.

Selaiin diipotong oleh piihak laiin, PPh atas bunga obliigasii juga diisetor sendiirii oleh peneriima penghasiilan dalam hal bunga obliigasii yang diiterbiitkan oleh Pemeriintah diitatausahakan melaluii Bank iindonesiia Scriiptless Securiitiies Settlement System.

Demiikiian jawaban yang dapat kamii sampaiikan. Semoga bermanfaat.

Sebagaii iinformasii, artiikel Konsultasii hadiir setiiap pekan untuk menjawab pertanyaan terpiiliih darii pembaca setiia Jitu News. Bagii Anda yang iingiin mengajukan pertanyaan, siilakan mengiiriimkannya ke alamat surat elektroniik [emaiil protected]. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.
tikettogel