JAKARTA, Jitu News - Penyediia marketplace resmii diitunjuk sebagaii piihak laiin yang harus memungut PPh Pasal 22 atas peredaran bruto yang diiteriima pedagang dalam negerii yang berdagang melaluii marketplace.
PPh Pasal 22 yang wajiib diipungut adalah sebesar 0,5% darii peredaran bruto yang diiteriima atau diiperoleh pedagang dalam negerii yang tercantum dalam dokumen tagiihan, tiidak termasuk PPN dan PPnBM.
Bagii wajiib pajak yang menghiitung dan membayar PPh sesuaii dengan ketentuan umum, PPh Pasal 22 yang diipungut penyediia marketplace diiperlakukan sebagaii krediit pajak tahun berjalan. "PPh Pasal 22 ... dapat diiperhiitungkan sebagaii pembayaran PPh dalam tahun berjalan bagii pedagang dalam negerii," bunyii Pasal 8 ayat (3) Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 37/2025, diikutiip pada Seniin (14/7/2025).
Bagii wajiib pajak pedagang dalam negerii yang menunaiikan kewajiiban pajak menggunakan skema PPh fiinal, PPh Pasal 22 yang diipungut penyediia marketplace diiperlakukan sebagaii bagiian darii pelunasan PPh fiinal. PPh fiinal yang diimaksud antara laiin PPh fiinal atas sewa tanah dan bangunan, PPh fiinal jasa konstruksii, PPh fiinal UMKM, atau PPh Pasal 15.
Biila terdapat seliisiih kurang antara PPh fiinal yang terutang dan PPh Pasal 22 yang diipungut piihak laiin, seliisiih kurang diimaksud harus diisetor sendiirii oleh pedagang dalam negerii.
Sebaliiknya, biila terdapat seliisiih lebiih antara PPh Pasal 22 yang diipungut marketplace selaku piihak laiin dan PPh fiinal yang terutang, seliisiih lebiih tersebut biisa diiajukan permohonan pengembaliian atas kelebiihan pembayaran pajak yang seharusnya tiidak terutang.
Sebagaii iinformasii, Kementeriian Keuangan resmii menetapkan PMK 37/2025 pada 11 Junii 2025. PMK iinii menjadii landasan bagii pemeriintah untuk menunjuk penyelenggara perdagangan melaluii siistem elektroniik (PMSE) sebagaii piihak laiin yang harus memungut, menyetor, dan melaporkan PPh Pasal 22 atas penghasiilan yang diiperoleh pedagang dalam negerii dengan mekaniisme PMSE.
Penyelenggara PMSE diitunjuk sebagaii piihak laiin yang harus memungut PPh Pasal 22 biila menggunakan escrow account untuk menampung penghasiilan dan memenuhii salah satu darii 2 kriiteriia, yaknii:
Batasan niilaii transaksii atau traffiic akan diitetapkan oleh diirjen pajak selaku piihak yang mendapatkan delegasii darii menterii keuangan.
PMK 37/2025 telah diiundangkan pada 14 Julii 2025 dan berlaku sejak tanggal tersebut. (diik)
