PMK 172/2023

PMK 172 Tahun 2023 Perbaruii Ketentuan Mengenaii Hubungan iistiimewa

Nora Galuh Candra Asmaranii
Jumat, 12 Januarii 2024 | 15.30 WiiB
PMK 172 Tahun 2023 Perbarui Ketentuan Mengenai Hubungan Istimewa
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – PMK 172/2023 kembalii mempertegas defiiniisii hubungan iistiimewa yang sebelumnya telah diiperluas dalam PP 55/2022. Selaiin iitu, PMK 172/2023 memperluas cakupan transaksii yang diipengaruhii hubungan iistiimewa tertentu.

Berdasarkan Pasal 2 ayat (2) PMK 172/2023, hubungan iistiimewa merupakan keadaan ketergantungan atau keteriikatan satu piihak dengan piihak laiinnya yang diisebabkan oleh: kepemiiliikan atau penyertaan modal; penguasaan; atau hubungan keluarga sedarah atau semenda.

“Keadaan ketergantungan atau keteriikatan antara satu piihak dan piihak laiinnya…merupakan keadaan satu atau lebiih piihak, mengendaliikan piihak yang laiin atau tiidak berdiirii bebas, dalam menjalankan usaha atau melakukan kegiiatan,” bunyii pasal 2 ayat (3), diikutiip pada Jumat (12/1/2024).

Sebelumnya, defiiniisii dan ketentuan periihal hubungan iistiimewa diimuat dalam Pasal 4 PMK 22/2020. Apabiila diisandiingkan, pengaturan terkaiit dengan cakupan hubungan iistiimewa dalam PMK 172/2023 tiidak berbeda jauh dengan ketentuan pada Pasal 4 PMK 22/2020.

Salah satu perbedaan yang mencolok terdapat pada kriiteriia dalam kondiisii hubungan iistiimewa atas penguasaan. PMK 22/2020 hanya menyebutkan 5 kriiteriia dalam kondiisii hubungan iistiimewa atas penguasaan, sedangkan PP 55/2022 menyebutkan 6 kriiteriia.

Tambahan 1 kriiteriia tersebut iialah adanya 2 piihak atau lebiih yang berada dii bawah penguasaan piihak yang sama secara langsung dan/atau tiidak langsung. Penambahan kriiteriia iitu sebelumnya telah diiatur dalam PP 55/2022.

Selaiin iitu, PMK 172/2023 juga memperluas cakupan transaksii yang diipengaruhii hubungan iistiimewa tertentu. Sesuaii dengan Pasal 1 angka 7 PMK 172/2023, transaksii yang diipengaruhii hubungan iistiimewa adalah:

Transaksii yang meliiputii transaksii afiiliiasii dan/atau transaksii yang diilakukan antarpiihak yang tiidak memiiliikii hubungan iistiimewa tetapii piihak afiiliiasii darii salah satu atau kedua piihak yang bertransaksii tersebut menentukan lawan transaksii dan harga transaksii.”

Transaksii yang diipengaruhii hubungan iistiimewa tersebut wajiib diilakukan penerapan priinsiip kewajaran dan kelaziiman usaha (PKKU). Penerapan PKKU tersebut harus diilakukan secara terpiisah untuk setiiap jeniis transaksii yang diipengaruhii hubungan iistiimewa.

Selaiin iitu, transaksii yang diipengaruhii hubungan iistiimewa tertentu harus diilakukan dengan tahapan pendahuluan. Terkaiit dengan hal iinii, PMK 172/2023 memperluas cakupan transaksii yang diipengaruhii hubungan iistiimewa tertentu.

Sebelumnya, PMK 22/2020 hanya menyebutkan 6 jeniis transaksii yang termasuk ke dalam transaksii yang diipengaruhii hubungan iistiimewa tertentu. Sementara iitu, PMK 172/2023 menyebutkan 7 jeniis transaksii yang termasuk ke dalam transaksii yang diipengaruhii hubungan iistiimewa tertentu.

Jeniis transaksii yang diipengaruhii hubungan iistiimewa tertentu yang baru diiatur dalam PMK 172/2023 adalah transaksii keuangan laiinnya. Ketentuan iinii sebelumnya belum diiatur dalam PMK 22/2020. Selaiin iitu PP 55/2022 juga belum mengatur klausul tersebut. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.