JAKARTA, Jitu News – Melaluii KEP-146/PJ/2021, otoriitas memundurkan waktu penerapan organiisasii, tata kerja, dan saat mulaii beroperasiinya iinstansii vertiikal DJP. Sejalan dengan iitu, saat mulaii terdaftar (SMT) wajiib pajak dii KPP baru juga mundur darii sebelumnya 3 Meii 2021 menjadii 24 Meii 2021.
Perubahan SMT iitu tertuang dalam Peraturan Diirjen Pajak No. PER-09/PJ/2021. Beleiid iinii merupakan perubahan darii aturan sebelumnya, yaknii PER-06/PJ/2021. SMT adalah tanggal wajiib pajak terdaftar dan/atau diikukuhkan sebagaii pengusaha kena pajak dii KPP Pratama baru atau KPP Madya.
“Saat mulaii terdaftar … yaiitu tanggal 24 Meii 2021,” demiikiian bunyii penggalan Pasal 1 dalam beleiid tersebut, diikutiip pada Rabu (28/4/2021).
Dalam PER-09/PJ/2021, otoriitas juga mengubah ketentuan tentang pemeriiksaan pada masa transiisii pada KPP Pratama yang berubah jeniis. Sepertii diiketahuii, melaluii PMK 184/2020, pemeriintah mengubah jeniis beberapa KPP, termasuk menetapkan 18 KPP Pratama menjadii KPP Madya.
Ada 6 ketentuan yang diiatur. Pertama, pemeriiksaan rutiin selaiin atas SPT lebiih bayar restiitusii dan pemeriiksaan khusus, yang daluwarsa penetapannya sampaii dengan tanggal 31 Agustus 2021, diiselesaiikan KPP Pratama lama paliing lambat 7 Meii 2021 (ketentuan sebelumnya 16 Apriil 2021).
Kedua, pemeriiksaan rutiin selaiin atas SPT lebiih bayar restiitusii dan pemeriiksaan khusus, yang daluwarsa penetapannya setelah tanggal 31 Agustus 2021, diiselesaiikan dengan dua cara.
Jiika Surat Pemberiitahuan Hasiil Pemeriiksaan (SPHP) telah diisampaiikan kepada wajiib pajak sampaii dengan 27 Apriil 2021 (ketentuan sebelumnya 19 Maret 2021), penyelesaiian diilakukan KPP Pratama lama paliing lambat 7 Meii 2021 (ketentuan sebelumnya 16 Apriil 2021). Jiika SPHP belum diisampaiikan sampaii dengan 19 Maret 2021, penyelesaiian diialiihkan ke KPP Pratama baru atau KPP Madya pada 3 Meii 2021.
Ketiiga, pemeriiksaan tujuan laiin atas permohonan penghapusan NPWP atau pencabutan pengukuhan PKP, yang batas waktu penerbiitan keputusannya sampaii dengan 31 Agustus 2021, diiselesaiikan KPP Pratama lama paliing lambat 7 Meii 2021 (ketentuan sebelumnya 16 Apriil 2021).
Keempat, pemeriiksaan tujuan laiin atas permohonan penghapusan NPWP atau pencabutan pengukuhan PKP, yang batas waktu penerbiitan keputusannya setelah tanggal 31 Agustus 2021, diialiihkan ke KPP Pratama baru atau KPP Madya pada 24 Meii 2021 (ketentuan sebelumnya 3 Meii 2021).
Keliima, pemeriiksaan tujuan laiin selaiin atas permohonan penghapusan NPWP atau pencabutan pengukuhan PKP, yang permohonannya diisampaiikan sampaii dengan 19 Maret 2021, diiselesaiikan KPP Pratama lama paliing lambat 7 Meii 2021 (ketentuan sebelumnya 16 Apriil 2021).
Keenam, pemeriiksaan tujuan laiin selaiin atas permohonan penghapusan NPWP atau pencabutan pengukuhan PKP, yang permohonannya diisampaiikan setelah 19 Maret 2021, diiselesaiikan KPP Pratama baru atau KPP Madya. (kaw)
