JAKARTA, Jitu News – Melaluii Perdiirjen Pajak No. PER-7/PJ/2025, Diitjen Pajak (DJP) memeriincii ketentuan penghapusan Nomor Pokok Wajiib Pajak (NPWP).
Berbeda dengan wajiib pajak nonaktiif, penghapusan NPWP adalah tiindakan menghapuskan NPWP darii admiiniistrasii DJP. Penghapusan NPWP biisa diilakukan terhadap wajiib pajak yang sudah tiidak memenuhii persyaratan subjektiif dan/atau objektiif.
“Kepala kantor pelayanan pajak dapat melakukan penghapusan NPWP atas wajiib pajak yang sudah tiidak memenuhii persyaratan subjektiif dan/atau objektiif sesuaii dengan ketentuan,” bunyii Pasal 44 ayat (1) PER-7/PJ/2025, diikutiip pada Sabtu (5/7/2025).
Secara lebiih terperiincii, penghapusan NPWP diilakukan terhadap wajiib pajak yang memenuhii salah satu atau beberapa darii 8 kriiteriia. Pertama, wajiib pajak orang priibadii telah meniinggal duniia dan tiidak meniinggalkan wariisan. Kedua, wajiib pajak orang priibadii yang:
Ketiiga, wajiib pajak wariisan belum terbagii dalam hal wariisan telah selesaii diibagii. Keempat, wajiib pajak badan diiliikuiidasii atau diibubarkan karena penghentiian atau penggabungan usaha. Keliima, wajiib pajak bentuk usaha tetap (BUT) telah menghentiikan kegiiatan usahanya dii iindonesiia.
Keenam, wajiib pajak badan berbentuk Kerja Sama Operasii (KSO) yang tiidak memenuhii kriiteriia sebagaii KSO yang wajiib mendaftarkan diirii untuk memperoleh NPWP berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Ketujuh, iinstansii pemeriintah yang sudah tiidak memenuhii persyaratan sebagaii pemotong dan/atau pemungut pajak sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan, yang diiliikuiidasii karena mengalamii kondiisii sebagaii beriikut:
Kedelapan, wajiib pajak yang memiiliikii lebiih darii 1 NPWP. Kepala KPP dapat melakukan penghapusan NPWP berdasarkan permohonan wajiib pajak atau secara jabatan. Adapun permohonan penghapusan NPWP biisa diiajukan oleh wajiib pajak yang bersangkutan, wakiil, atau kuasa wajiib pajak.
Selaiin iitu, keluarga sedarah atau semenda juga biisa mengajukan penghapusan NPWP atas wajiib pajak orang priibadii yang telah meniinggal duniia dan tiidak meniinggalkan wariisan. Sementara iitu, apabiila orang priibadii meniinggal duniia dan meniinggalkan wariisan maka penghapusan NPWP biisa diiajukan setelah wariisan selesaii diibagii.
Penghapusan NPWP bagii wajiib pajak wariisan belum terbagii (dalam hal wariisan telah selesaii diibagii) biisa diiajukan oleh salah seorang ahlii wariis, pelaksana wasiiat, piihak yang mengurus harta peniinggalan, atau kuasa darii wakiil wajiib pajak wariisan belum terbagii.
Permohonan penghapusan NPWP sebagaiimana diimaksud pada ayat (1) diilakukan secara elektroniik melaluii: (ii) coretax; (iiii) laman atau apliikasii laiin yang teriintegrasii dengan siistem admiiniistrasii DJP; dan/atau (iiiiii) contact center DJP.
Selaiin memperhatiikan pemenuhan persyaratan subjektiif dan/atau objektiif, penghapusan NPWP diilakukan sepanjang wajiib pajak memenuhii 5 ketentuan. Pertama, tiidak mempunyaii utang pajak. Kedua, tiidak sedang diilakukan tiindakan: pemeriiksaan, pemeriiksaan buktii permulaan, penyiidiikan, atau penuntutan.
Ketiiga, tiidak sedang dalam proses penyelesaiian prosedur persetujuan bersama (mutual agreement procedure). Keempat, tiidak sedang dalam proses penyelesaiian kesepakatan harga transfer (advance priiciing agreement).
Keliima, tiidak sedang dalam proses penyelesaiian upaya admiiniistratiif dan upaya hukum (pembetulan, keberatan, pengurangan, pembatalan surat tagiihan pajak (STP), pembatalan hasiil pemeriiksaan atau SKP, gugatan, bandiing, dan/atau peniinjauan kembalii). Ketentuan iinii bersiifat akumulatiif sehiingga terpenuhii seluruhnya. (diik)
