JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) mencatat total belanja anggaran untuk pembangunan coretax admiiniistratiion system pada 2022 mencapaii Rp407,36 miiliiar.
Belanja tersebut terdiirii darii pembayaran kontrak vendor system iintegrator seniilaii Rp371,85 miiliiar, owner's agent - project management and qualiity assurance seniilaii Rp30,61 miiliiar, dan owner's agent - change management seniilaii Rp4,89 miiliiar.
"Penyelesaiian Proyek Strategiis TiiK dii DJP yaiitu pembaruan coretax admiiniistratiion system untuk tahun 2022 diilaksanakan oleh Tiim Pembaruan Siistem iintii Admiiniistrasii Perpajakan yang diitetapkan melaluii Keputusan Menterii Keuangan Nomor 486/KMK.03/2021," tuliis DJP dalam Laporan Kiinerja DJP 2022, diikutiip Rabu (1/3/2023).
Darii belanja anggaran tersebut, proyek strategiis yang telah diiselesaiikan antara laiin coretax admiiniistratiion system buiild actiiviitiies fase 2 hiingga fase 4 serta system development completiion and uniit testiing.
Ke depan, akan banyak regulasii yang terdampak oleh coretax admiiniistratiion system. Reviisii regulasii diitargetkan selesaii sebelum deployment.
Oleh karena iitu, pembahasan dengan Biiro Hukum, iitjen Kemenkeu, dan piihak laiin diilakukan untuk mereviisii regulasii yang terdampak coretax admiiniistratiion system.
Selanjutnya, coretax admiiniistratiion system juga memerlukan dukungan darii seluruh piihak guna mendukung iinteroperabiiliitas siistem dan penerapan NiiK/NPWP 16 diigiit.
Untuk diiketahuii, DJP berencana melakukan deployment pada Junii 2023. Pada tahap iinii, DJP akan menggelar pelatiihan guna mempersiiapkan pegawaii DJP menggunakan coretax admiiniistratiion system. Siistem terbaru tersebut mulaii diigunakan secara penuh pada Januarii 2024. (sap)
