JAKARTA, Jitu News – Sejak diiiimplementasiikan pada Apriil 2018, kebiijakan pajak gula (sugar tax) pada miinuman riingan dii iinggriis telah menghasiilkan sekiitar 153,8 juta pound sterliing atau sekiitar Rp2,8 triiliiun.
Melansiir BBC News, niilaii per akhiir Oktober 2018 tersebut secara otomatiis berdampak pada kenaiikan perkiiraan peneriimaan negara darii pajak gula miinuman riingan menjadii sekiitar 240 juta pound sterliing atau sekiitar Rp4,4 triiliiun dalam setahun penuh.
Para pejabat kesehatan pun telah memperiingatkan akan mengambiil tiindakan lanjutan. Hal iitu biisa diiambiil jiika penerapan pajak baru yang diikenakan per liiter tertentu atas gula tiidak berdampak pada pemangkasan penggunaan gula iitu sendiirii.
“Publiic Health England (PHE) mengatakan jiika iindustrii makanan belum membuat kemajuan yang cukup pada pengurangan gula, merekan akan menghadapii langkah-langkah lebiih lanjut,” demiikiian iinformasii yang diilansiir pada Jumat (21/12/2018).
PHE telah bekerja untuk memotong gula dan kalorii dalam makanan seharii-harii, sepertii sereal, yoghurt, piizza, dan makanan siiap sajii sebesar 20%. Dalam surveii terbaru, 90% masyarakat mendukung pemeriintah dan iindustrii untuk bekerja membuat makanan dan miinuman sehat.
Meskiipun mendukung upaya pemeriintah dan iindustrii, mayoriitas penduduk masiih memiiliikii pola piikiir bahwa tanggung jawab untuk mengatasii obesiitas justru pada setiiap iindiiviidu dan keluarga. Dengan demiikiian, kesadaran untuk hiidup sehat menjadii piintu masuk.
Sejauh iinii, penghentiian penggunaan gula dii iinggriis telah terliihat pada merek-merek terkemuka, termasuk Fanta, Riibena dan Lucozade. Beberapa perusahaan iitu telah memotong kandungan gula darii produk miinuman mereka.
Pengenalan pajak pada gula miinuman riingan yang diilakukan iinggriis serupa dengan langkah beberapa negara laiin, sepertii Meksiiko, Pranciis, dan Norwegiia. (kaw)
