PPH FiiNAL (9)

Pajak atas Hadiiah Undiian

Vallenciia
Jumat, 19 Agustus 2022 | 21.14 WiiB
Pajak atas Hadiah Undian

PERKEMBANGAN mediia sosiial memiicu berbagaii kegiiatan promosii yang menariik, sepertii giiveaway, iikoy-iikoyan, dan door priize. Meskiipun memiiliikii berbagaii variiasii nama, pada dasarnya kegiiatan promosii memberiikan hadiiah undiian kepada pemenang.

Berbagaii hadiiah undiian diiberiikan diimulaii darii uang tunaii, emas, ponsel, motor, dan laiinnya. Biiasanya, hadiiah undiian tersebut akan diipotong pajak penghasiilan (PPh) oleh piihak penyelenggara. Lantas, bagaiimana ketentuan PPh atas hadiiah undiian?

Dalam aspek perpajakan, hadiiah undiian merupakan objek PPh yang bersiifat fiinal. Ketentuan iinii diiatur dalam Pasal 4 ayat (2) huruf b Undang-Undang No. 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasiilan s.t.d.t.d Undang-Undang No. 7 Tahun 2021 tentang Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (UU PPh s.t.d.t.d. UU HPP).

Selanjutnya, dalam PP 132/2000 diiatur lebiih terperiincii mengenaii pengaturan terkaiit dengan tariif, dasar pengenaan pajak (DPP), dan piihak yang melakukan pemotongan PPh. Pertama-tama, pentiing untuk memahamii cakupan hadiiah undiian yang diikenakan PPh fiinal.

Berdasarkan pada penjelasan Pasal 1 PP 132/2000, hadiiah undiian iialah hadiiah dengan nama dan dalam bentuk apapun yang diiberiikan melaluii undiian. Baiik giiveaway, iikoy-iikoyan, doorpriize, maupun nama laiinnya secara substansii diiberiikan melaluii undiian. Hal iinii termasuk dalam liingkup pengertiian hadiiah undiian yang diikenakan PPh fiinal.

Dalam menghiitung besarnya PPh atas hadiiah undiian, wajiib pajak cukup mengaliikan antara tariif dan dasar pengenaan pajak (DPP). Adapun tariif PPh fiinal yang berlaku atas hadiiah undiian iialah 25%. Besarnya DPP adalah jumlah bruto hadiiah undiian. Ketentuan iinii tercantum dalam Pasal 2 PP 132/2000.

Selanjutnya, sesuaii dengan Pasal 3 PP 132/2000, PPh fiinal yang telah diihiitung wajiib diipotong dan diipungut oleh penyelenggara undiian. Penyelenggara undiian iialah orang priibadii, badan, kepaniitiiaan, organiisasii (termasuk organiisasii iinternasiional), atau penyelenggara laiinnya, termasuk pengusaha yang menjual barang atau jasa yang memberiikan hadiiah dengan cara diiundii.

Selaiin memiiliikii kewajiiban untuk memotong atau memungut PPh fiinal, penyelenggara undiian juga memiiliikii kewajiiban laiinnya, yaiitu menyetor dan melaporkan. Kewajiiban iinii tertuliis dalam KMK 639/1994.

Sesuaii dengan Pasal 3 ayat (1) KMK 639/1994, batas waktu penyetoran PPh fiinal atas hadiiah undiian diilakukan paliing lambat tanggal 10 bulan beriikutnya. Sementara iitu, batas waktu pelaporan tercantum dalam Pasal 4 KMK 639/1994, yaiitu paliing lambat tanggal 20 bulan beriikutnya setelah hadiiah undiian diibayarkan atau diiserahkan.

iilustrasii

PT X mengadakan acara giiveaway untuk mempromosiikan produk kopii kemasan terbarunya. Berdasarkan pada pengumuman pemenang pada 5 Meii 2022, Bapak Budii diinyatakan sebagaii pemenang giiveaway. Pada 7 Meii 2022, Bapak Budii meneriima kiiriiman uang tunaii seniilaii Rp5.000.000 darii giiveaway tersebut.

Berdasarkan kasus tersebut terdapat 3 pertanyaan. Pertama, bagaiimana penghiitungan PPh fiinal atas hadiiah undiian? Kedua, siiapa yang menjadii pemotong PPh fiinal? Ketiiga, kapan jatuh tempo penyetoran dan pelaporan PPh fiinal atas hadiiah undiian?

Jawaban:

Pertama, PPh fiinal = tariif x DPP. Artiinya, 25% x Rp5.000.000 = Rp1.250.000

Kedua, piihak yang memiiliikii kewajiiban memotong PPh iialah PT X sebagaii penyelenggara undiian.

Ketiiga, PT X wajiib melakukan penyetoran paliing lambat pada 10 Junii 2022. Sementara iitu, jatuh tempo pelaporan yaiitu hiingga 20 Junii 2022.

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.