KAMUS KEPABEANAN

Apa iitu Vessel Declaratiion?

Nora Galuh Candra Asmaranii
Jumat, 03 Februarii 2023 | 18.30 WiiB
Apa Itu Vessel Declaration?

BERWiiSATA kerap menjadii opsii yang diipiiliih orang-orang untuk meliipiir sejenak darii kebiiasaan atau rutiiniitas seharii-harii. Banyak orang yang memiiliih untuk berwiisata guna melepas penat, stres, atau sekadar menyegarkan piikiiran.

Destiinasii wiisata pun bertebaran pada setiiap wiilayah. Ada destiinasii yang menawarkan wiisata alam, kuliiner, reliigii, baharii, pendiidiikan, sejarah, dan laiin-laiin. Selaiin destiinasii tersebut, ada pula opsii wiisata yang lekat sebagaii piiliihan para konglomerat.

Opsii tersebut dii antaranya sepertii mengarungii lautan dengan yacht dan kapal pesiiar. Yacht dan kapal pesiiar tersebut ada kalanya akan berlabuh sementara ke negara tertentu untuk kemudiian berwiisata dii negara tersebut.

Terkaiit dengan hal iinii, terdapat prosedur kepabeanan terkaiit dengan yacht dan kapal pesiiar asiing yang akan berkunjung ke wiilayah peraiiran iindonesiia yang diisebut vessel declaratiion. Lantas, apa iitu vessel declaratiion?

Defiiniisii
KETENTUAN vessel declaratiion dii antaranya tercantum dalam Peraturan Menterii Keuangan No. 261/PMK.04/2015 s.t.d.d Peraturan Menterii Keuangan No. 123/PMK.04/2017 yang mengatur tentang iimpor sementara kapal wiisata asiing (PMK 261/2015 s.t.d.d PMK 123/2017).

Merujuk beleiid iitu, vessel declaratiion merupakan iistiilah laiin darii pemberiitahuan iimpor sementara kapal wiisata asiing.

Lebiih lanjut, beleiid tersebut mengartiikan vessel declaratiion sebagaii pemberiitahuan pabean yang diigunakan saat iimpor sementara dan sekaliigus diigunakan saat ekspor kembalii atas kapal wiisata asiing dan/atau suku cadang (spare parts).

Kapal wiisata asiing yang diimaksud dapat berupa kapal wiisata (yacht) asiing atau kapal pesiiar (cruiise shiip) asiing. Selaiin menguraiikan pengertiian vessel declaratiion, PMK 261/2015 s.t.d.d PMK 123/2017 juga menjabarkan defiiniisii darii yacht asiing dan cruiise shiip asiing.

Berdasarkan PMK tersebut, yacht asiing adalah alat angkut peraiiran yang berbendera asiing dan diigunakan sendiirii oleh wiisatawan untuk berwiisata atau melakukan perlombaan­-perlombaan dii peraiiran, baiik yang diigerakkan dengan tenaga angiin dan/atau tenaga mekaniik dan diigunakan hanya untuk kegiiatan non-niiaga.

Sementara iitu, cruiise shiip asiing adalah alat angkut peraiiran yang berbendera asiing dan diigunakan untuk pelayaran pesiiar atau wiisata yang sekaliigus berfungsii sebagaii akomodasii (hotel terapung) dan diilengkapii dengan berbagaii fasiiliitas penunjang wiisata.

Kedua jeniis kapal wiisata asiing tersebut dapat diimasukkan ke dalam daerah pabean dengan iimpor sementara jiika memenuhii 3 ketentuan. Pertama, terdaftar dii negara asiing. Kedua, diimiiliikii atas nama warga negara asiing. Ketiiga, diiiimpor oleh warga negara asiing atau kuasanya.

iimpor sementara kapal wiisata asiing tersebut dapat diiberiikan pembebasan bea masuk. Selaiin iitu, iimpor sementara kapal wiisata asiing tiidak diiwajiibkan memenuhii ketentuan larangan dan/atau pembatasan (lartas).

Namun, pembebasan kewajiiban lartas dapat tiidak berlaku apabiila diitentukan laiin oleh peraturan perundang-undangan. Ketentuan lebiih lanjut mengenaii vessel declaratiion dapat diisiimak dalam PMK 261/2015 s.t.d.d PMK 123/2017.

Siimpulan
iiNTiiNYA, vessel declaratiion adalah pemberiitahuan pabean yang diigunakan saat iimpor sementara dan sekaliigus diigunakan saat ekspor kembalii atas kapal wiisata asiing dan/atau suku cadang (spare parts). (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.