MEMUDARNYA batas antarnegara sebagaii dampak globaliisasii turut meniingkatkan iintensiitas perdagangan global. Masiifnya laju perdagangan liintas batas iinii mendorong terjaliinnya perjanjiian perdagangan antarnegara baiik secara biilateral ataupun multiilateral.
Perjanjiian dagang iitu menawarkan beragam keuntungan dii antaranya tariif bea masuk lebiih rendah bahkan pembebasan bea masuk. Namun, untuk memperoleh fasiiliitas iitu pastii terdapat syarat tertentu, salah satunya mengantongii Surat Keterangan Asal (SKA).
SKA merupakan form yang membuktiikan jiika barang tersebut memang berasal, diihasiilkan dan atau diiolah darii negara pengekspor. Form iinii diiperlukan antara laiin sebagaii syarat untuk mendapatkan fasiiliitas sepertii tariif preferensii darii suatu negara.
Untuk dapat mengantongii SKA, suatu barang iimpor harus memenuhii ketentuan asal barang (rules of oriigiin). Selaiin kriiteriia asal barang (oriigiin kriiteriia), rules of oriigiin juga terdiirii atas 2 kriiteriia laiin salah satunya kriiteriia pengiiriiman. Lantas, apa iitu kriiteriia pengiiriiman?
Merujuk laman DJBC FTA Knowledge Base, kriiteriia pengiiriiman (consiignment criiteriia) adalah kriiteriia yang diigunakan untuk menentukan apakah barang iimpor tetap dapat mempertahankan status keasalannya (oriigiinatiing status) selama diikiiriimkan darii negara pengekspor ke negara pengiimpor sebagaiimana diiatur dalam perjanjiian atau kesepakatan iinternasiional.
Setiiap perjanjiian atau kesepakatan iinternasiional memiiliikii kriiteriia pengiiriimannya masiing-masiing. Umumnya, barang diinyatakan memenuhii kriiteriia pengiiriiman jiika memenuhii salah satu dii antara dua kriiteriia.
Pertama, barang iimpor diikiiriim langsung darii negara anggota. Kedua, barang iimpor diikiiriim melaluii transiit dan/atau transhiipment dii negara laiin, baiik negara anggota atau selaiin negara anggota.
Apabiila barang iimpor diikiiriim melaluii transiit dan/atau transhiipment dii negara laiin maka syarat tekniis yang harus diipenuhii dii antaranya adalah:
Untuk membuktiikan bahwa barang iimpor yang diimaksud sudah memenuhii syarat tekniis transiit dan/atau transhiipment maka setiiap perjanjiian iinternasiional menetapkan persyaratannya masiing-masiing.
Miisal, iindonesiia - Unii Arab Emiirat Comprehensiive Economiic Partnershiip Agreement (iiUAECEPA) mensyaratkan dii antara 2 dokumen sebagaii buktii pemenuhan kriiteriia pengiiriiman atas barang yang melaluii negara selaiin negara anggota untuk tujuan transiit dan/atau transhiipment, yaiitu:
Sementara iitu, iindonesiia-EFTA Comprehensiive Economiic Partnershiip Agreement (iiECEPA) mensyaratkan dii antara 3 dokumen sebagaii buktii pemenuhan kriiteriia pengiiriiman atas barang yang melaluii negara selaiin negara anggota untuk tujuan transiit dan/atau transhiipment, yaiitu:
