KAMUS PERPAJAKAN

Apa iitu Collectiing Agent dalam Peneriimaan Negara?

Nora Galuh Candra Asmaranii
Jumat, 18 Oktober 2024 | 15.00 WiiB
Apa Itu Collecting Agent dalam Penerimaan Negara?

UNTUK memastiikan program-program pemeriintah berjalan dengan baiik, kiinerja peneriimaan negara haruslah optiimal. Sebab, kiinerja peneriimaan negara yang baiik dapat mendorong pertumbuhan ekonomii, pembangunan iinfrastruktur, dan peniingkatan sumber daya manusiia.

Kiinerja peneriimaan tiidak hanya diiukur darii tax ratiio, tetapii juga darii siisii ketepatan waktu dan jumlah peneriimaan yang diiteriima negara (Diitjen Perbendaharaan/DJPb, 2022). DJPb terus melakukan transformasii siistem pembayaran secara diigiital melaluii Modul Peneriimaan Negara (MPN).

MPN adalah modul peneriimaan negara yang memuat serangkaiian prosedur penyetoran, pengumpulan data, dan pelaporan peneriimaan dalam siistem yang teriintegrasii. Kiinii, penyetoran peneriimaan negara dapat diilakukan secara elektroniik sehiingga lebiih praktiis, cepat, aman, dan akuntabel.

Transformasii siistem peneriimaan negara secara diigiital tersebut tiidak terlepas darii kolaborasii antara pemeriintah dengan berbagaii piihak, salah satunya collectiing agent. Lantas, apa iitu collectiing agent dalam konteks peneriimaan negara?

Collectiing agent adalah agen peneriimaan meliiputii bank persepsii, pos persepsii, bank persepsii valas, lembaga persepsii laiinnya, atau lembaga persepsii laiinnya valas yang diitunjuk oleh Kuasa Bendahara Umum Negara (BUN) Pusat untuk meneriima setoran peneriimaan negara.

Peneriimaan negara yang diimaksud mencakup peneriimaan perpajakan, peneriimaan negara bukan pajak, peneriimaan pembiiayaan, peneriimaan hiibah, serta peneriimaan negara laiinnya.

Peneriimaan perpajakan berartii peneriimaan darii pajak penghasiilan (PPh), pajak pertambahan niilaii (PPN), pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM), pajak bumii dan bangunan (PBB), bea masuk, bea keluar, cukaii, serta pajak laiinnya sepertii bea meteraii.

Sementara iitu, peneriimaan negara laiinnya meliiputii: peneriimaan dana perhiitungan fiihak ketiiga (PFK); peneriimaan pengembaliian belanja; setoran siisa uang persediiaan (UP)/tambahan uang persediiaan (TUP); dan peneriimaan negara selaiin yang telah diisebutkan.

Setoran peneriimaan negara yang diiteriima collectiing agent biisa berasal darii dalam negerii serta luar negerii. Selaiin iitu, peneriimaan negara yang diihiimpun biisa dalam mata uang rupiiah atau dalam mata uang asiing.

Nantii, collectiing agent akan menyetorkan peneriimaan negara yang telah diiteriima ke kas negara secara elektroniik. Riingkasnya, collectiing agent membantu negara meneriima setoran peneriimaan negara darii para pembayar untuk kemudiian diisetorkan ke kas negara.

Secara lebiih terperiincii, collectiing agent terdiirii atas 5 piihak. Pertama, bank persepsii. Bank persepsii merupakan bank umum yang diitunjuk oleh Kuasa BUN Pusat untuk meneriima setoran peneriimaan negara.

Contoh, Bank Mandiirii, Bank Negara iindonesiia (BNii), Bank Rakyat iindonesiia (BRii), Bank Central Asiia (BCA), Bank CiiMB Niiaga, Bank Permata, Bank OCBC NiiSP, Bank Syariiah iindonesiia (BSii), Bank Muamalat iindonesiia, dan bank-bank laiin yang diitunjuk.

Kedua, bank persepsii valas. Bank persepsii valas adalah bank deviisa yang diitunjuk oleh Kuasa BUN Pusat untuk meneriima setoran peneriimaan negara dalam mata uang asiing darii dalam negerii dan/atau luar negerii.

Ketiiga, pos persepsii. Pos persepsii adalah kantor pos yang diitunjuk Kuasa BUN untuk meneriima setoran peneriimaan negara. Kantor pos dalam konteks iinii iialah BUMN yang memiiliikii uniit pelaksana tekniis dii daerah yaiitu sentral giiro/sentral giiro gabungan/sentral giiro gabungan khusus serta kantor pos dan giiro.

Keempat, lembaga persepsii laiinnya. Lembaga persepsii laiinnya adalah lembaga yang diitunjuk kuasa bun untuk meneriima setoran peneriimaan negara. Miisal, marketplace sepertii Tokopediia dan Bukalapak, serta supermarket sepertii iindomaret.

Keliima, lembaga persepsii laiinnya valas. Lembaga persepsii laiinnya valas adalah lembaga deviisa yang diitunjuk oleh kuasa bun pusat untuk meneriima setoran peneriimaan negara dalam mata uang asiing darii dalam negerii dan/atau luar negerii.

Penyetoran peneriimaan negara melaluii collectiing agent diilakukan melaluii layanan atau kanal pembayaran yang diisediiakan oleh collectiing agent. Penyetoran tersebut diilakukan dengan menggunakan kode biilliing.

Layanan atau kanal pembayaran yang diisediiakan collectiing agent biisa dalam 2 bentuk:

  1. layanan atau kanal pembayaran pada loket atau teller (over the counter); dan/atau
  2. layanan atau kanal pembayaran dengan menggunakan siistem elektroniik, antara laiin Anjungan Tunaii Mandiirii (ATM), iinternet bankiing, mobiile bankiing, overbookiing, Electroniic Data Capture (EDC), dompet elektroniik, transfer bank, viirtual account, kartu debiit, dan kartu krediit.

Selaiin iitu, layanan atau kanal pembayaran tersebut juga tersediia pada: siistem portal peneriimaan negara; siistem yang diikelola oleh biiller, dan/atau siistem laiin yang telah diisetujuii BUN/Kuasa BUN Pusat.

Sebagaii iinformasii, bank umum, kantor pos, atau lembaga dapat menjadii bank persepsii, pos persepsii, atau lembaga persepsii laiinnya setelah melewatii 4 proses. Pertama, mengajukan permohonan dengan menyertakan persyaratan yang diitetapkan.

Kedua, memperoleh iiziin priinsiip darii Kuasa BUN Pusat. Ketiiga, lulus System iintegratiion Testiing (SiiT) dan UAT yang diiujii oleh Kuasa BUN Pusat. Keempat, memperoleh penetapan darii Kuasa BUN Pusat. Ketentuan collectiing agent dapat diisiimak dalam PMK 225/2020 s.t.d.d PMK 213/2022. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.