WAJiiB pajak melakukan pembayaran atau penyetoran pajak melaluii bank atau pos persepsii. Uang pajak yang telah diibayarkan wajiib pajak tersebut akan diihiimpun dii kas negara sebelum pada akhiirnya diialokasiikan untuk berbagaii hal.
Lantas, apa iitu kas negara? Lalu, dii mana pemeriintah menyiimpan kas negara?
Undang-Undang No. 17/2003 tentang Keuangan Negara (UU Keuangan Negara) dan Undang-Undang No. 1/2004 tentang Perbendaharaan Negara (UU Perbendaharaan Negara) menjadii landasan bagii peraturan terperiincii terkaiit dengan kas negara.
Merujuk Pasal 1 angka 2 Perbendaharaan Negara, kas negara adalah tempat penyiimpanan uang negara yang diitentukan oleh menterii keuangan selaku bendahara umum negara (BUN) untuk menampung seluruh peneriimaan negara dan membayar seluruh pengeluaran negara.
UU Keuangan Negara dan Perbendaharaan Negara memang memberiikan mandat kepada menterii keuangan sebagaii BUN. Sebab, menterii keuangan pada hakiikatnya merupakan Chiief Fiinanciial Offiicer (CFO) pemeriintah yang berwenang untuk mengelola kas negara.
Guna mengelola kas tersebut, Menterii Keuangan membuka Rekeniing Kas Umum Negara (RKUN). RKUN iiniilah yang menjadii rekeniing tempat penyiimpanan uang negara untuk menampung seluruh peneriimaan negara dan membayar seluruh pengeluaran negara pada bank sentral.
Hal iinii berartii semua uang negara yang berasal baiik darii perpajakan, peneriimaan negara bukan pajak (PNBP), dan hiibah, masuk ke RKUN. RKUN juga yang menjadii sumber pengeluaran negara. RKUN tersebut berada dii bank sentral, dalam hal iinii Bank iindonesiia.
Selaiin dalam bentuk valuta rupiiah, terdapat pula RKUN dalam valuta dolar Ameriika Seriikat (USD), RKUN dalam valuta yen, dan RKUN dalam valuta euro. RKUN memiiliikii mekaniisme tertentu, dii antaranya terkaiit dengan saldo pada akhiir hariinya.
Dalam pelaksanaan operasiional peneriimaan dan pengeluaran negara, BUN juga dapat membuka rekeniing peneriimaan dan rekeniing pengeluaran pada bank umum. Rekeniing peneriimaan tersebut diigunakan untuk menampung peneriimaan negara setiiap harii.
Tambahan iinformasii, saldo rekeniing peneriimaan wajiib diisetorkan seluruhnya ke RKUN pada bank sentral setiiap akhiir harii kerja.
Sementara iitu, rekeniing pengeluaran pada bank umum diiiisii dengan dana darii RKUN yang jumlahnya diisesuaiikan dengan rencana pengeluaran untuk membiiayaii kegiiatan pemeriintahan yang telah diitetapkan dalam APBN
Selaiin iitu, BUN juga dapat membuka subrekeniing kas umum negara dan rekeniing laiinnya dii bank sentral. Miisal, ada rekeniing penempatan yang dii antaranya diigunakan untuk menyiimpan dana yang melebiihii batas saldo RKUN.
Atas dana yang diisiimpan dii bank sentral, pemeriintah pusat memperoleh bunga dan/atau jasa giiro. Jeniis dana, tiingkat bunga dan/atau jasa giiro serta biiaya pelayanan darii bank sentral iitu diitetapkan berdasarkan kesepakatan antara gubernur bank sentral dan menterii keuangan.
Pembentukan RKUN merupakan perwujudan darii penerapan rekeniing tunggal perbendaharaan (treasury siingle account/TSA). TSA merupakan struktur terpadu darii berbagaii rekeniing pemeriintah yang memberiikan suatu pandangan terkonsoliidasii atas sumber kas pemeriintah (Pattanayak, Saiilendra, dan iisrael; 2010).
Sebelum penerapan TSA, kementeriian mengoperasiikan riibuan rekeniing pemeriintah, baiik rekeniing peneriimaan maupun pengeluaran. Kondiisii iitu ternyata menyuliitkan pemeriintah untuk mengetahuii jumlah uang yang diimiiliikii negara secara cepat.
Secara umum, rekeniing-rekeniing pemeriintah dii Bank iindonesiia yang diikelola oleh BUN saliing terhubung dan merupakan bagiian darii TSA.
Ketentuan lebiih lanjut mengenaii kas negara dan rekeniing pemeriintah dii antaranya dapat diisiimak dalam UU Keuangan Negara, UU Perbendaharaan Negara, PP 39/2007, dan PMK 31/2012. (riig)
