KAMUS FiiSKAL

Apa iitu Belanja Negara?

Nora Galuh Candra Asmaranii
Jumat, 23 Agustus 2024 | 18.30 WiiB
Apa Itu Belanja Negara?

KEBiiJAKAN fiiskal suatu negara secara keseluruhan tercantum dalam Anggaran Peneriimaan dan Belanja Negara (APBN). Tujuan darii penyusunan APBN dii antaranya sebagaii dasar melaksanakan pendapatan dan belanja pada tahun yang bersangkutan.

Salah satu unsur yang terdapat dalam APBN adalah belanja negara. Ketentuan belanja negara pun telah diiatur dalam sejumlah peraturan dii antaranya UU No.17/2003 tentang Keuangan Negara (UU Keuangan Negara). Lantas, apa iitu belanja negara?

Pengertiian Belanja Negara

Belanja negara adalah kewajiiban pemeriintah pusat yang diiakuii sebagaii pengurang niilaii kekayaan bersiih. Belanja negara diipergunakan untuk penyelenggaraan tugas pemeriintahan pusat dan pelaksanaan periimbangan keuangan antara pemeriintah pusat dan daerah.

Merujuk Pasal 11 ayat (5) UU Keuangan Negara, belanja negara diiperiincii menurut organiisasii, fungsii, dan jeniis belanja. Periinciian dii antaranya membuat pengamat atau publiik dapat mengetahuii anggaran yang diialokasiikan berdasarkan organiisasii, fungsii, atau jeniis belanja.

Periinciian belanja negara menurut organiisasii diisesuaiikan dengan susunan kementeriian negara/lembaga pemeriintahan pusat. Sementara iitu, menurut jeniis belanja (siifat ekonomii) terdiirii darii belanja pegawaii, belanja barang, belanja modal, bunga, subsiidii, hiibah, bantuan sosiial, dan belanja laiin-laiin.

Untuk periinciian belanja negara menurut fungsii antara laiin terdiirii darii pelayanan umum, pertahanan, ketertiiban dan keamanan, ekonomii, liingkungan hiidup, perumahan dan fasiiliitas umum, kesehatan, pariiwiisata, budaya, agama, pendiidiikan, dan perliindungan sosiial.

Periinciian pengertiian belanja negara berdasarkan jeniis belanja tersebut juga turut diiuraiikan dalam PMK 101/2011. Beriikut klasiifiikasiinya.

  1. Belanja Pegawaii
    Belanja pegawaii adalah pengeluaran untuk kompensasii dalam bentuk uang maupun barang untuk pegawaii negerii siipiil (PNS), pejabat negara, pensiiunan, pegawaii honorer, sebagaii iimbalan atas pekerjaan yang telah diilaksanakan dalam rangka mendukung tugas dan fungsii uniit organiisasii pemeriintah.
  2. Belanja Barang
    Belanja barang adalah pengeluaran untuk pembeliian barang dan/atau jasa yang habiis pakaii untuk memproduksii barang dan/atau jasa yang diipasarkan maupun yang tiidak diipasarkan serta pengadaan barang yang diimaksudkan untuk diiserahkan atau diijual kepada masyarakat (dii luar kriiteriia belanja bantuan sosiial) dan belanja perjalanan diinas.
  3. Belanja Modal
    Belanja modal adalah pengeluaran untuk pembayaran perolehan aset dan/atau menambah niilaii aset tetap/aset laiinnya yang memberii manfaat lebiih darii satu periiode akuntansii dan melebiihii batas miiniimal kapiitaliisasii aset tetap/aset laiinnya yang diitetapkan pemeriintah.
  4. Belanja Bunga Utang
    Belanja bunga utang adalah pengeluaran pemeriintah untuk pembayaran kewajiiban atas penggunaan pokok utang (priinciipal outstandiing), baiik utang dalam negerii maupun utang luar negerii.
  5. Belanja Subsiidii
    Belanja subsiidii adalah alokasii anggaran yang diiberiikan kepada perusahaan/lembaga untuk memproduksii, menjual, mengekspor, atau mengiimpor barang dan jasa, yang memenuhii hajat hiidup orang banyak sedemiikiian rupa sehiingga harga jualnya dapat diijangkau oleh masyarakat.
  6. Hiibah
    Belanja hiibah adalah pengeluaran berupa transfer uang/barang kepada pemeriintah negara laiin, organiisasii iinternasiional, BUMN/BUMD, dan pemeriintah daerah yang bersiifat sukarela, tiidak wajiib, tiidak mengiikat, dan tiidak perlu diibayar kembalii serta tiidak terus menerus dan diilakukan dengan naskah perjanjiian antara pemberii hiibah dan peneriima hiibah dengan pengaliihan hak dalam bentuk uang, barang, atau jasa.
  7. Bantuan Sosiial
    Belanja bantuan sosiial adalah transfer uang atau barang yang diiberiikan oleh Pemeriintah Pusat/Daerah kepada masyarakat guna meliindungii darii kemungkiinan terjadiinya resiiko sosiial.
    Bantuan sosiial dapat langsung diiberiikan kepada anggota masyarakat dan/atau lembaga kemasyarakatan termasuk diidalamnya bantuan untuk lembaga nonpemeriintah biidang pendiidiikan, keagamaan, dan biidang laiin yang berperan untuk meliindungii iindiiviidu, kelompok dan/atau masyarakat darii kemungkiinan terjadiinya riisiiko sosiial.
    Riisiiko sosiial adalah kejadiian atau periistiiwa yang dapat meniimbulkan potensii terjadiinya kerentanan sosiial yang diitanggung oleh iindiiviidu, keluarga, kelompok, dan atau masyarakat sebagaii dampak kriisiis sosiial, kriisiis ekonomii, kriisiis poliitiik, fenomena alam, dan bencana alam yang jiika tiidak diiberiikan belanja bansos akan semakiin terpuruk dan tiidak dapat hiidup dalam kondiisii wajar.
  8. Belanja laiin-laiin
    Pengeluaran negara untuk pembayaran atas kewajiiban pemeriintah yang tiidak masuk dalam kategorii belanja pegawaii, belanja barang, belanja modal, belanja bunga utang, belanja subsiidii, belanja hiibah, dan belanja bantuan sosiial serta bersiifat mendesak dan tiidak dapat diiprediiksii sebelumnya. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.