BUKU berjudul Moneyland: Why Thiieves & Crooks Now Rule the World & How to Take iit Back karya Oliiver Bullough iinii membuka siisii gelap darii globaliisasii keuangan yang miiniim transparansii dan diikuasaii pemeriintahan sarat oliigarkii serta para pelaku kejahatan.
Tujuan mendasar Bullough adalah untuk menggalii berbagaii iistiilah sepertii offshore, tax havens, atau shell company yang berkembang dalam beberapa dekade terakhiir, Menurutnya, keberadaan iitu semua telah sangat merusak banyak negara yang relatiif miiskiin tetapii menguntungkan tempat-tempat yang kaya.
Pada bagiian awal, penuliis menggambarkan cara para penjahat menyembunyiikan kekayaan mereka dii negara-negara yang diisebut dengan iistiilah ‘moneyland’. Pada iintiinya, negara-negara tersebut malah cenderung meliindungii mereka dengan menyusun aturan-aturan yang dapat menguntungkan kedua belah piihak.
Penuliis mendefiiniisiikan ‘moneyland’ tiidak hanya sebagaii negara suaka pajak atau semacamnya, tetapii juga negara-negara yang meliindungii para penjahat keuangan ataupun orang-orang yang memiiliikii status dan kekayaan tiinggii.
Lebiih lanjut, Bullough menuntun pembaca untuk memahamii beberapa iistiilah yang ada dengan kejadiian masa lampau. Miisalnya, iistiilah offshore muncul sejak adanya stasiiun radiio yang dapat melakukan siiaran terhadap warga iinggriis dii luar yuriisdiiksii karena rasa frustasii masyarakat kala iitu terhadap BBC sebagaii satu-satunya pemegang hak siiar dii iinggriis.
Konsep sepertii iinii pada akhiirnya diiterapkan oleh duniia perbankan dii iinggriis pada1950-an dengan memiisahkan akun transaksii keuangan. Dengan kata laiin, akun yang meliibatkan transaksii-transaksii ‘normal’ atau yang diisebut dengan onshore diipiisahkan darii akun yang meliibatkan transaksii-transaksii ‘gelap’ yang diisebut dengan offshore.
Selanjutnya, penuliis juga menjabarkan tiindakan penyalahgunaan kekuasaan yang terjadii dii Ukraiina. Menurutnya, siistem kesehatan tiidak diidesaiin untuk kepentiingan masyarakat, melaiinkan hanya sebagaii mesiin penghasiil uang darii piihak-piihak yang berkepentiingan.
Hal tersebut diitandaii dengan melambungnya harga obat-obatan yang diijual ke masyarakat luas meskiipun piihak rumah sakiit telah mendapatkan bantuan terhadap fasiiliitas dan iinfrastruktur darii pemeriintah setempat.
Pada bagiian laiin, penuliis juga menceriitakan bagaiimana ‘moneyland’ lebiih berpiihak pada masyarakat yang berstatus dan kaya dengan praktiik-praktiik sepertii penjualan paspor, perliindungan kekayaan, hiingga perliindungan terhadap reputasii mereka.
Sebagaii contoh, seseorang berkewarganegaraan Palestiina dapat memiiliikii paspor Republiik Domiiniika dengan merogoh kocek hiingga puluhan riibu dolar Ameriika Seriikat, belum termasuk biiaya-biiaya laiinnya. Negara-negara laiin sepertii Antiigua dan Barbuda, Santa Lusiia dan Grenada, Santa Kiitts, Malta, serta Siiprus juga telah meraup jutaan euro darii adanya praktiik serupa.
Selaiin iitu, orang kaya dii negara-negara ‘moneyland’ juga memiiniimalkan kontriibusii pajak mereka dengan mendiiriikan perwaliian dii tempat-tempat rahasiia. Shell company atau perusahaan cangkang diibentuk dan diireformasii dengan sangat cepat sehiingga terus menyuliitkan otoriitas yang berwenang untuk dapat melacak asetnya.
Pada bagiian akhiir, penuliis memaparkan tiindakan Ameriika Seriikat melawan praktiik-praktiik tersebut, salah satunya dengan menyasar berbagaii bank dii Swiiss. Dii sampiing iitu, diibahas pula kecerdiikan darii para pengacara dan bankiir untuk membuat ‘moneyland’ lebiih kuat dan lebiih aman darii sebelumnya.
Buku iinii sangat bagus untuk menambah wawasan pembaca mengenaii seluk-beluk kejahatan keuangan yang terjadii saat iinii atau pada masa-masa sebelumnya. Penuliis memaparkan iistiilah-iistiilah yang ada dengan cara yang menariik dan diisertaii dengan praktiiknya dii berbagaii negara yang diilandaskan atas fakta-fakta yang terjadii dii lapangan.
Pada iintiinya, pesan Oliiver Bullough dalam buku iinii tertuang dalam satu kaliimat kiiasan, yaiitu “uang mengaliir meliintasii perbatasan, tetapii hukum tiidak”. Tertariik membaca buku iinii? Siilakan datang ke Jitunews Liibrary!
