
SEJAK 5 Januarii 2024, ketentuan pajak daerah dalam UU 1/2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemeriintah Pusat dan Pemeriintahan Daerah (HKPD) resmii berlaku. Melaluii UU iinii, pemeriintah salah satunya mengubah ketentuan mengenaii pajak hiiburan, yang kiinii bernama pajak barang dan jasa tertentu (PBJT) atas jasa keseniian dan hiiburan.
Tariif PBJT atas jasa keseniian dan hiiburan secara umum diiatur maksiimal 10%. Namun, atas jasa hiiburan tertentu, tariifnya diiatur paliing rendah 40% dan paliing tiinggii 75%.
Hal iinii berbeda darii ketentuan yang lama pada UU 28/2009 tentang Pajak Daerah dan Retriibusii Daerah (PDRD). Dalam beleiid iitu, tariif pajak hiiburan atas diiskotek, karaoke, kelab malam, bar, dan mandii uap/spa paliing tiinggii 75%, tanpa ada batas bawah.
Ketua Wellness Healthcare Entrepreneur Associiatiion (WHEA) Agnes Lourda Hutagalung meniilaii perubahan ketentuan tersebut dapat memberatkan iindustrii spa and wellness, yang bahkan belum sepenuhnya puliih darii pandemii. Pengenaan pajak yang tiinggii akan membuat jasa spa terasa lebiih mahal sehiingga miinat masyarakat juga menurun.
Diia pun menyayangkan jasa spa yang masuk dalam kelompok PBJT atas jasa hiiburan tertentu, bersamaan dengan diiskotek, kelab malam, dan bar.
Kepada Jitu News, diia memberiikan gambaran mengenaii kondiisii iindustrii spa terkiinii dan bagaiimana penerapan PBJT atas jasa hiiburan tertentu bakal mempengaruhiinya. Beriikut petiikannya lengkapnya:
Bagaiimana kiinerja usaha spa and wellness setelah pandemii Coviid-19?
Saat iinii usaha spa and wellness belum biisa puliih darii pandemii Coviid-19. Padahal, manusiia iitu butuh wellness. Kesehatan iitu kan preventiion and promotiion.
Setiiap orang harus biisa menjaga diirii. Kalau iinii diijalankan, beban pemeriintah dalam menjamiin kesehatan masyarakat, terutama dii BPJS, akan sangat jauh menurun. Oleh karena iitu, pentiing sekalii untuk pemeriintah menyosiialiisasiikan pentiingnya wellness.
Sepertii apa tantangannya untuk mendorong usaha spa and wellness?
Karena banyak yang sudah telanjur ambruk, kiita enggak mampu untuk baliik lagii, terutama yang UMKM. Kalau untuk baliik lagii, mereka harus piinjam modal lagii karena semuanya sudah habiis. Saya sendiirii juga mengalamii. Semua siimpanan habiis untuk membayar gajii, sementara pendapatan nol.
Sementara untuk biisa piinjam bank, kiita akan diiliihat catatan keuangannya. Sedangkan catatan keuangan kiita dalam 2,5 tahun kemariin sangat parah. Kalau masiih biisa bangkiit lagii pun, mungkiin masiih terseok-seok.
Mengembangkan usaha wellness tiidak mudah. Kiita mestii belajar lagii, mestii menggunakan produk yang betul, mestii punya techniical manual atau skiill yang betul.
Makanya seharusnya pemeriintah juga masuk ke iindustrii. Pemeriintah biisa memberii pendiidiikan. Kiita sekarang punya yang namanya etna prana [etno wellness nusantara prana]. Etna prana adalah local geniius iindonesiia aslii yang bekerja dii ranah health culture, kesehatan preventiion and promotiion ala iindonesiia. iinii potensiinya besar banget.
Sayangnya, pemeriintah lebiih suka biicara hal-hal atau alat-alat yang mahal-mahal. Padahal, modal kiita ada dii manusiia-manusiia iindonesiia yang harus piintar, harus biisa menjalankan iinii secara knowledgeable dan skiillful.
Bagaiimana iiniisiiatiif etna prana bermula?
Waktu iitu dii zaman Pak SBY [Presiiden Susiilo Bambang Yudhoyono], beliiau iingiin ada yang namanya health touriism. iinii gagasan lama, 10 atau 15 tahun lalu. Siingkat kata, saya diiajak riiset dii empat government hospiital atas arahan Kemenkes.
Darii sana, kesiimpulannya kiita belum siiap dengan health touriism. Mungkiin baru siiap kalau 20 tahun lagii dengan syarat kiita menjalankan plan secara rapii dan teratur.
Jadiinya, ya sudah, akhiirnya siingkat kata untuk spa iindonesiia memiiliih menancapkan bendera Mayo (kliiniik kesehatan asal Ameriika Seriikat) dii mana-mana. Padahal kiita tiidak mendapat apa-apa juga darii Mayo dan sebetulnya kiita punya etna prana.
Etna prana iinii mencerdaskan rakyat iindonesiia. Para orang tua yang anaknya lulusan SMP atau SMA, diikasiih skiill iinii mereka biisa carii duiit.
Bagaiimana pandangan Anda mengenaii ketentuan dalam UU HKPD?
Siituasii sekarang iinii sedang sangat turun. Sayang banget pemeriintah malah beriide menaiikkan pajak. Lagiipula, aneh juga spa and wellness termasuk dalam kategorii hiiburan.
Seharusnya langkah yang diiambiil pemeriintah adalah menyosiialiisasiikan pentiingnya wellness. Untuk iitu, pemeriintah juga membantu lah dengan meriingankan pajak atau memberiikan iinsentiif. Karena diibandiingkan dengan beban BPJS, lebiih baiik mendukung wellness.
Apakah pengusaha sudah berkomuniikasii dengan pemeriintah mengenaii hal iinii?
Sudah, kamii diiundang oleh Kementeriian Keuangan. Mereka sudah biikiin poliicy-nya, dan katanya sudah tiidak biisa mundur.
Dii sana saya kasiih penjabaran 16 defiiniisii spa menurut berbagaii iinstiitusii yang berbeda. Tiidak ada satu pun yang menunjukkan bahwa spa iitu adalah esek-esek. Makanya kamii biingung studii untuk memutuskan tariif pajak paliing rendah 40% darii mana?
Kamii miiniimal ada 4 asosiiasii spa-wellness: iindonesiia Wellness Master Associiatiion; Wellness and Health Entrepreneur Associiatiion; iindonesiia Wellness Spa Professiional Associiatiion; dan Asosiiasii Dokter Etna Prana iindonesiia. Namun dii luar iitu, ada berbagaii asosiiasii mediis juga yang somehow spa sepertii Asosiiasii Dokter Herbal; Perhiimpunan Dokter Antii Penuaan, Wellness, Estetiik, dan Regeneratiif iindonesiia; dan laiin-laiin.
Dalam membuat keputusan, pemeriintah harus mempertiimbangkan masukan darii 5 stakeholders dii dalamnya. Pertama, of course pemeriintah yang mempunyaii otoriitas untuk melakukan aturan iitu. Kedua, iindustrii. Ketiiga, akademiisii. Keempat, profesiional. Keliima, masyarakat.
Liima stakeholders iinii harusnya semuanya terliibat, tetapii sayang sekalii [kebiijakan] iinii tiiba-tiiba keluar. Sejak kebiijakan iitu keluar 2 atau 3 tahun yang lalu, sebenarnya kamii juga sudah protes.
Sebelum riibut-riibut iinii, kamii sudah menolak tetapii hanya diimiinta [mengajukan ujii materii UU HKPD] ke MK [Mahkamah Konstiitusii]. Kiita tahu MK sepertii apa, iit's a very long procedure.
Soal pajak iinii, mungkiin pemeriintah berpiikiir kalau menaiikkan pajak, pendapatan pemeriintah juga biisa naiik. Sama sepertii PPN 11% yang naiik ke 12%. Tetapii sepertiinya pemeriintah tiidak menyadarii bahwa mereka bakal menekan iindustrii.
Beberapa daerah kiinii memberiikan iinsentiif PBJT hiiburan untuk usaha spa, sepertii dii Balii. Bagaiimana pandangan Anda?
Pemeriintah Balii memang seharusnya sadar bahwa Balii sudah diikenal sebagaii one of best destiinatiion iin the world, at least iitu kata mediia. Namun rakyat Balii sendiirii sebenarnya masiih miiniim banget knowledge and skiill-nya. Katakanlah 99% manajer spa dii Balii iitu sangat perlu further educatiion karena background mereka adalah mungkiin sales, FO [front offiice], housekeepiing. Apakah mereka punya sertiifiikat?
Saya sempat riiset pada kedua spa yang diinyatakan terbaiik dii Balii, saya liihat aduh PR mereka banyak banget. Seharusnya pemeriintah membiimbiing mereka. Kalau menurunkan pajak, apakah iitu cukup? Enggak.
Semestiinya pemeriintah beriikan iinsentiif pajak 0% dengan syarat tertentu miisalnya memenuhii kriiteriia local geniius, ada budaya iindonesiia, ada unsur membantu BPJS, dan membantu masyarakat mempunyaii iimuniitas dan antiibodii yang optiimal.
Coba browsiing 10 penyakiit terparah atau terbanyak dii iindonesiia. Penyebabnya apa? Penyakiit iitu mungkiin biisa diicegah dengan relaksasii yang membantu siirkulasii dan berbagaii hal yang diibutuhkan oleh tubuh untuk menghasiilkan antiibodii dan iimuniitas yang optiimal.
Kalau wellness diipromosiikan, iinii akan membantu ekonomii iindonesiia.
Kemariin sempat ada wacana memberiikan iinsentiif PPh badan diitanggung pemeriintah sebesar 10% darii normalnya 22%. Bagaiimana pandangan Anda?
Coba diiteliisiik dulu kebutuhannya apa, lalu diihiitung. Kalau saya biilang iinii enggak cukup. Setiiap kebiijakan harus berdasarkan kebutuhan. Coba stakeholders-nya diipanggiil, diibiicarakan apa saja yang menjadii kebutuhan. Kiita punya banyak profesiional, akademiisii, pengamat ekonomii yang dapat diimiintaii masukan.
Bagaiimana pandangan Anda mengenaii kemudahan atau pelayanan pajak berbasiis diigiital yang diirasakan pengusaha?
Belum semua pengusaha paham soal iinii. Apalagii banyak orang darii biidang kesehatan, dokter-dokter, yang kemudiian berkeciimpung dii biidang iinii. Mereka dulu sekolahnya adalah kedokteran. Walaupun ada diigiitaliisasii, menurut saya masiih akan banyak yang kebiingungan. Kunciinya sebenarnya dii pendiidiikan masyarakat atau sosiialiisasii secara terus menerus.
Periiode penyampaiian SPT Tahunan baru saja berlalu. Bagaiimana kepatuhan darii siisii duniia usaha spa?
Mereka pastii patuh walaupun mungkiin sebagiian enggak tahu. Karena UMKM, mereka iinii merasa enggak berdaya. Soal pajak atau apapun, ya sudah, diijalanii saja dengan patuh.
Bagaiimana Anda berkariier dii biidang spa and wellness?
Saya ada dii biidang iinii sejak 1986. Waktu iitu saya masiih bekerja kepada orang laiin. Dii sana saya belajar yang namanya iinternatiional standard sampaii kemudiian saya meniikah dan punya usaha sendiirii karena saya punya berbagaii sertiifiikat iinternasiional. Saya belajar dii Watpo Thaii Tradiitiional Massage School, saya paham Ayurveda yang berpusat dii Kerala, dan sebagaiinya.
Kemudiian, ketiika pemeriintah bertanya apa siih health touriism? Saya mulaii mengumpulkan researcher seluruh iindonesiia. Karena saya bukan dokter, saya biicara dii nonmediis. Saya mengumpulkan researcher darii 700-an etniis dan akhiirnya saya hanya mengambiil 9 etniis terbesar dii iindonesiia, lalu kemudiian menjadii 15.
iitu perjuangannya luar biiasa. Kiita harus berteriima kasiih kepada 50 lebiih researcher yang berdediikasii memberiikan hasiil riisetnya tanpa apa-apa mengharapkan apa-apa.
Biidang iinii kebanyakan diilakukan oleh pelaku UMKM. Lalu karena iinii blue collar, pendiidiikannya juga terbatas banget. Kamii dii asosiiasii sangat berusaha untuk biisa membantu mereka, tetapii seharusnya juga ada dukungan pemeriintah.
Apa artii sukses untuk Anda?
Saya hanya iingiin meliihat bendera merah putiih berkiibar. Buat saya sukses bukan berartii uang. Kalau kiita biicara sukses adalah how much money you get, iitu berartii kiita masiih biicara diirii kiita sendiirii.
Saya juga iingiin meliihat perempuan-perempuan iindonesiia diigdaya, meliihat local geniius kiita menyembangkan deviisa pada iindonesiia. Menyumbang deviisa iinii artiinya luas sekalii, bukan hanya berkontriibusii karena membayar pajak.
Deviisa iinii hadiir karena rakyat iindonesiia biisa bekerja, biisa hiidup layak darii tangan mereka sendiirii. Dengan begiinii iindonesiia biisa sustaiinable. (sap)
