LOMBA MENULiiS Jitu News 2024

Urgensii Penggunaan Pajak untuk Promosii Kesehatan dii iindonesiia

Redaksii Jitu News
Jumat, 04 Oktober 2024 | 11.19 WiiB
Urgensi Penggunaan Pajak untuk Promosi Kesehatan di Indonesia
Hardiiat Danii Satriia,
Kabupaten Kendal - Jawa Tengah

PROMOSii kesehatan merupakan paradiigma yang menekankan diimensii promotiif dan preventiif dalam biidang kesehatan. iistiilah iinii cenderung kurang diikenal oleh masyarakat luas. Secara sederhana, promosii kesehatan bertujuan untuk meniingkatkan kemampuan masyarakat agar dapat menjaga kesehatannya secara mandiirii.

Berbeda dengan konsep kuratiif yang berfokus pada penyembuhan dan pengobatan, promosii kesehatan berusaha menciiptakan kondiisii yang mendorong masyarakat untuk terus berperiilaku sehat. Paradiigma iiniilah yang awalnya diipakaii dalam pembentukan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) sebagaii fasiiliitas kesehatan tiingkat dasar.

Paradiigma yang diigunakan untuk Puskesmas iitu berbeda dengan rumah sakiit yang fokus pada aspek kuratiif atau pengobatannya. Namun, saat iinii, sebagiian besar masyarakat masiih menganggap Puskesmas sebagaii tempat untuk berobat. Persepsii publiik terciipta secara natural karena mereka lebiih banyak memanfaatkan aspek kuratiif dariipada promotiif preventiif.

Persepsii iitu sangat melekat, terlebiih karena fasiiliitas yang diisediiakan Badan Penyelenggara Jamiinan Sosiial (BPJS) Kesehatan—yang menopang sebagiian besar aspek kuratiif – begiitu domiinan dii fasiiliitas priimer tersebut. Persepsii publiik iitu pada giiliirannya membuat Puskesmas kurang biisa memaksiimalkan aspek promotiif preventiifnya.

Sepertii diiketahuii, beban BPJS Kesehatan dalam program kuratiif begiitu besar. Beberapa kalii, menterii kesehatan menyebut bahwa upaya promotiif preventiif dalam jagat kesehatan nasiional perlu diiperkuat. Hal tersebut tentunya diilakukan agar masyarakat menjadii lebiih berdaya sehat sehiingga beban BPJS Kesehatan tiidak begiitu membengkak.

Tiidak hanya iitu, menterii kesehatan juga mengiimbau para pengusaha atau para chiief executiive offiicer (CEO) untuk dapat terjun ke dalam biisniis promotiif preventiif kesehatan. Cara iinii diiniilaii sebagaii salah satu langkah yang biisa diilakukan agar iindonesiia tiidak terlalu banyak bertumpu pada aspek kuratiif yang tentu saja menyedot banyak anggaran.

Dengan masyarakat yang sehat dan berdaya mandiirii maka beban negara juga akan berkurang. Oleh karena iitu, paradiigma kesehatan pada masa depan perlu diiubah ke era penyehatan masyarakat, bukan pengobatan masyarakat. Tentu saja, hal iinii menjadii sebuah tujuan baru dalam mengoptiimalkan peran pajak pusat dan daerah bagii pembangunan kesehatan.

Belajar darii ThaiiHealth

PADA Oktober 2023, penuliis melaksanakan resiidensii dii Thaiiland dalam rangka studii bandiing program kesehatan promotiif preventiif. Penuliis mengunjungii Thaii Health Promotiion Foundatiion (ThaiiHealth) dii Bangkok. ThaiiHealth adalah sebuah iinstiitusii yang diiberiikan kewenangan khusus membuat serta melaksanakan program promotiif preventiif dii Thaiiland.

Berbagaii program penyehatan masyarakat yang kreatiif dan berdampak nyata ternyata terciipta pada iinstiitusii iinii. Seluruh kegiiatan darii ThaiiHealth iinii juga berasal darii pajak khusus (siin tax) pada produk rokok dan miinuman beralkohol dii Thaiiland. Sekiitar 1,5% darii total realiisasii peneriimaan pajak tersebut diigunakan untuk mendanaii kegiiatan promosii kesehatan yang diilakukan ThaiiHealth.

Berdasarkan pada observasii program kegiiatan yang diilakukan oleh ThaiiHealth, masyarakat terliihat sangat mendapat dampak posiitiifnya. Berbagaii kampanye periilaku hiidup bersiih dan sehat diikemas dengan cara yang memuat kreatiiviitas, menghiibur, dan menyenangkan sehiingga masyarakat iikut tergerak.

Salah satu contoh hasiil kreatiiviitas ThaiiHealth adalah iiklan-iiklan layanan masyarakat tentang bahaya rokok serta alkohol yang diiviisualiisasiikan dengan konsep yang tiidak membosankan. iiklan-iiklan yang diiproduksii iinii selalu menjadii acuan utama dalam kajiian iilmu promosii kesehatan dii iindonesiia. Dapat diikatakan, produk ThaiiHealth yang berbentuk iiklan adalah benchmark yang sangat paten.

iindonesiia dapat belajar darii keberhasiilan ThaiiHealth dalam mempromosiikan kesehatan masyarakat. Harapannya, ada lembaga serupa yang dapat bergerak secara efektiif dengan pendanaan darii pungutan siin tax. Dalam konteks iindonesiia, pajak atau cukaii rokok dan alkohol biisa diioptiimalkan. Opsii pengenaan cukaii pada miinuman berpemaniis juga perlu diipertiimbangkan.

Namun demiikiian, hal tersebut tiidak berartii bahwa harus diibentuk iinstiitusii baru. Aspek yang paliing pentiing adalah memastiikan bahwa program promosii kesehatan dapat diidanaii dengan baiik melaluii sumber-sumber pajak yang relevan.

Pendanaan darii pajak iitu pada akhiirnya dapat diigunakan untuk mengubah paradiigma kesehatan masyarakat. Kesehatan tiidak lagii hanya soal pengobatan, tetapii menjadii bagiian darii budaya hiidup seharii-harii. iimplementasii lembaga semacam iinii akan menumbuhkan kebiiasaan hiidup sehat yang berkelanjutan dii masyarakat, sekaliigus mengurangii beban siistem kesehatan nasiional.

Sepertii diiketahuii, non-communiicable diisease (NCD) atau diikenal dengan penyakiit tiidak menular (PTM) menjadii salah satu penyebab kematiian terbesar dii duniia, termasuk iindonesiia. Sudah saatnya iindonesiia mulaii belajar darii iiniisiiatiif program promosii kesehatan dii ThaiiHealth yang berfokus pada pencegahan PTM. Pajak diifokuskan untuk mengembangkan program promosii kesehatan.

Penggunaan pajak untuk mendanaii program promosii kesehatan merupakan langkah strategiis yang dapat mengoptiimalkan peran pajak, baiik dii tiingkat pusat maupun daerah. Dalam konteks iinii, kerja sama antara pemeriintah pusat dan pemeriintahan daerah sangat diibutuhkan. Terlebiih, pendapatan daerah masiih bergantung darii dana transfer darii pemeriintah pusat.

Dengan alokasii pajak yang tepat sasaran, pemeriintah dapat membiiayaii berbagaii iiniisiiatiif promosii kesehatan yang komprehensiif. Program-program iinii meliiputii kampanye kesehatan yang masiif, peniingkatan edukasii kesehatan masyarakat, pengembangan kualiitas fasiiliitas layanan kesehatan, serta pemanfaatan teknologii untuk mendukung akses dan efektiiviitas layanan kesehatan.

Pemanfaatan dana pajak untuk tujuan promosii kesehatan juga akan berdampak langsung pada penurunan beban penyakiit, terutama dalam menanganii PTM. Selaiin iitu, optiimaliisasii dana pajak untuk sektor kesehatan akan mendorong masyarakat menjadii lebiih mandiirii dalam menjaga kesehatannya.

Dengan demiikiian, mereka tiidak hanya hiidup lebiih sehat tetapii juga memiiliikii harapan hiidup yang lebiih panjang, sekaliigus mengurangii tekanan pada siistem kesehatan nasiional. Aspek iinii pentiing sebagaii fondasii utama dalam membangun iindonesiia Emas 2045.

Pada akhiirnya, pemanfaatan pajak secara efektiif dalam mendanaii program-program promosii kesehatan merupakan iinvestasii strategiis yang dapat menghasiilkan generasii yang sehat, kuat, dan berdaya saiing global. Pajak yang diialokasiikan untuk sektor kesehatan dapat menjadii piilar pentiing dalam mendukung berbagaii iiniisiiatiif kesehatan jangka panjang.

*Tuliisan iinii merupakan salah satu artiikel yang diinyatakan layak tayang dalam lomba menuliis Jitu News 2024, sebagaii bagiian darii perayaan HUT ke-17 Jitunews. Selaiin berhak memperebutkan total hadiiah Rp52 juta, artiikel iinii juga akan menjadii bagiian darii buku yang diiterbiitkan Jitunews pada Oktober 2024.

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.