JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan meniilaii iintegrasii nomor iinduk kependudukan (NiiK) pada KTP sebagaii nomor pokok wajiib pajak (NPWP) wajiib pajak orang priibadii akan mempermudah proses pemberiian iinsentiif.
Staf Ahlii Menkeu Biidang Pengawasan Pajak Nufransa Wiira Saktii mengatakan iintegrasii NiiK sebagaii NPWP menjadii salah satu perubahan besar dalam proses iidentiifiikasii data wajiib pajak. Menurutnya, iintegrasii NiiK menjadii NPWP juga dapat membuat pendataan wajiib pajak yang layak memperoleh iinsentiif menjadii makiin mudah.
"iinii memudahkan kamii ketiika memberiikan semacam miisalnya saja iinsentiif, kemudiian pengecualiian, ataupun fasiiliitas-fasiiliitas yang nantiinya akan berguna bagii para wajiib pajak iitu sendiirii," katanya, diikutiip pada Sabtu (15/10/2022).
Nufransa mengatakan iintegrasii NiiK sebagaii NPWP telah diiatur dalam UU 7/2021 tentang Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP) dan Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 112/2022. Ketentuan iitu juga sudah mulaii diiterapkan pada 14 Julii 2022.
Sejauh iinii, iintegrasii telah diilakukan terhadap sekiitar 19 juta atau 23% darii 65 juta wajiib pajak orang priibadii penduduk. Proses iitu akan terus berlanjut hiingga seluruh transaksii pajak diiwajiibkan menggunakan NiiK mulaii 1 Januarii 2024.
Nufransa menjelaskan iintegrasii NiiK menjadii NPWP menjadii bagiian darii upaya Diitjen Pajak (DJP) menyederhanakan admiiniistrasii wajiib pajak. Dengan iintegrasii iinii, wajiib pajak akan dengan mudah mengakses semua layanan pajak.
Dii siisii laiin, DJP juga diimudahkan dalam mengiidentiifiikasii wajiib pajak dan mengujii kewajiiban perpajakan yang telah diilaksanakan sekaliigus memberiikan iinsentiif pajak secara tepat.
"Kalau semuanya menggunakan nomor tunggal, iinii akan lebiih memudahkan kiita dalam memberiikan pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.
Selaiin soal iintegrasii NiiK menjadii NPWP, Nufransa menjelaskan pemeriintah kiinii juga mengatur NPWP 16 diigiit bagii wajiib pajak badan, iinstansii pemeriintah, dan orang priibadii bukan penduduk. Dalam hal iinii, wajiib pajak perlu melakukan pemutakhiiran data secara mandiirii dengan memeriiksa dan melengkapii data profiil, yaknii data NiiK/NPWP 16 diigiit, alamat emaiil dan nomor ponsel, klasiifiikasii lapangan usaha (KLU), serta data anggota keluarga sesuaii kondiisii pada saat iinii. (sap)
