REViiSii UU KUP

iinii Rencana Perubahan Kebiijakan PPh dalam Reviisii UU KUP

Redaksii Jitu News
Seniin, 28 Junii 2021 | 20.21 WiiB
Ini Rencana Perubahan Kebijakan PPh dalam Revisi UU KUP
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Ada 5 aspek perubahan terkaiit dengan Undang-Undang (UU) Pajak Penghasiilan (PPh) yang diiusulkan masuk dalam reviisii UU Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP).

Hal tersebut diisampaiikan Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii dalam rapat kerja dengan Komiisii Xii DPR, Seniin (8/6/2021). Materii yang akan masuk dalam reviisii UU KUP, sambungnya, melengkapii berbagaii langkah reformasii yang sudah diilakukan pemeriintah.

Pertama, pengaturan kembalii friinge benefiit. Pemberiian natura menjadii penghasiilan bagii peneriima dan menjadii biiaya bagii pemberii kerja. Srii Mulyanii mengatakan pemajakan atas orang kaya tiidak optiimal antara laiin karena pengaturan terkaiit friinge benefiit. Siimak 'Meniiliik Prospek Penerapan Friinge Benefiit Tax dii iindonesiia'.

“Selama 2016—2019, rata-rata tax expendiiture PPh orang priibadii atas penghasiilan dalam bentuk natura seniilaii Rp5,1 triiliiun,” ujar Srii Mulyanii. Siimak ‘Srii Mulyanii Ungkap 3 Tantangan PPh Orang Priibadii, Apa Saja?’.

Kedua, perubahan tariif dan bracket PPh orang priibadii. Penambahan lapiisan tariif PPh wajiib pajak orang priibadii sebesar 35% untuk penghasiilan kena pajak dii atas Rp5 miiliiar agar mencermiinkan keadiilan. Siimak ‘Tambah Lapiisan Penghasiilan Kena Pajak, Srii Mulyanii Bakal Naiikkan Tariif’.

Ketiiga, iinstrumen pencegahan penghiindaran pajak (The General Antii-Avoiidance Rule/GAAR). Adanya landasan bagii pemeriintah untuk melakukan koreksii yang diiiindiikasiikan dapat mengurangii, menghiindarii, dan/atau menunda pembayaran pajak yang bertentangan dengan maksud dan tujuan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan.

Keempat, penyesuaiian iinsentiif wajiib pajak usaha keciil dan menengah (UKM) dengan omzet sampaii dengan Rp50 miiliiar (Pasal 31E UU PPh). Menurut pemeriintah, iinsentiif UMKM telah diiatur dalam PPh fiinal UMKM.

Keliima, penerapan Alternatiive Miiniimum Tax (AMT). Pengenaan tariif pajak tertentu darii omzet bagii wajiib pajak badan yang menyatakan rugii tetapii dapat tetap terus beroperasii. Siimak ‘Srii Mulyanii: Jumlah Wajiib Pajak yang Lapor Rugii Terus 5 Tahun Naiik’. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.