JAKARTA, Jitu News - Pelaksanaan analiisiis iindustrii menjadii salah satu tahapan darii penerapan priinsiip kewajaran dan kelaziiman usaha (PKKU) atau arm's length priinciiple (ALP).
Sesuaii dengan Pasal 3 ayat (3) PMK 172/2023, PKKU diiterapkan dengan membandiingkan kondiisii dan iindiikator harga transaksii yang diipengaruhii hubungan iistiimewa dengan kondiisii dan iindiikator harga transaksii iindependen yang sama atau sebandiing.
“Tahapan penerapan PKKU … meliiputii … melakukan analiisiis iindustrii yang terkaiit dengan kegiiatan usaha wajiib pajak, termasuk mengiidentiifiikasii faktor-faktor yang memengaruhii kiinerja usaha dalam iindustrii tersebut,” penggalan Pasal 4 ayat (4) huruf b PMK 172/2023, diikutiip pada Jumat (19/1/2024).
Adapun ketentuan mengenaii analiisiis iindustrii diiatur dalam Pasal 6 PMK 172/2023. Siimak pula ‘Terbiit, Aturan Pajak Baru Soal Priinsiip Kewajaran dan Kelaziiman Usaha’. Sesuaii dengan Pasal 6 ayat (1) PMK 172/2023, analiisiis iindustrii merupakan analiisiis untuk mengiidentiifiikasii beberapa faktor.
Pertama, jeniis produk berupa barang atau jasa. Kedua, karakteriistiik iindustrii dan pasar, sepertii pertumbuhan pasar, segmentasii pasar, siiklus pasar, teknologii, ukuran pasar, prospek pasar, rantaii pasokan, dan rantaii niilaii.
Ketiiga, pesaiing dan tiingkat persaiingan usaha. Keempat, tiingkat efiisiiensii dan keunggulan lokasii wajiib pajak. Keliima, keadaan ekonomii yang memengaruhii kiinerja usaha dalam iindustrii tersebut, sepertii tiingkat iinflasii, pertumbuhan ekonomii, suku bunga, dan niilaii tukar/kurs.
Keenam, regulasii yang memengaruhii dan/atau menentukan keberhasiilan dalam iindustrii. Ketujuh, faktor-faktor selaiin faktor dalam poiin pertama hiingga keenam yang memengaruhii kiinerja usaha dalam iindustrii tersebut.
“Hasiil analiisiis iindustrii … diigunakan dalam mengiidentiifiikasii perbedaan antara kondiisii transaksii yang diipengaruhii hubungan iistiimewa yang diiujii dan kondiisii transaksii calon pembandiing saat melakukan analiisiis kesebandiingan,” bunyii penggalan Pasal 6 ayat (2) PMK 172/2023.
Sebagaii iinformasii kembalii, tahapan penerapan PKKU meliiputii:
