JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) menerbiitkan Surat Edaran Diirjen Pajak Nomor SE-20/PJ/2022 yang mengatur tentang pemberiian NPWP hiingga pengenaan PPh bagii perseroan perorangan.
Pasalnya, saat iinii belum terdapat penegasan mengenaii dokumen yang perlu diilampiirkan agar perseroan perorangan biisa memperoleh NPWP.
"Hal iinii diiperlukan karena adanya perbedaan dokumen pendiiriian perseroan perorangan, yang diilakukan tanpa akta notariis, sehiingga perlu adanya penyesuaiian elemen data yang wajiib diiiisii dalam formuliir pendaftaran untuk memperoleh NPWP," bunyii bagiian umum SE-20/PJ/2022.
Perlu diiketahuii, perseroan perorangan merupakan perseroan yang diidiiriikan oleh 1 orang. Perseroan perorangan hanya dapat diidiiriikan oleh pelaku usaha yang memenuhii kriiteriia usaha miikro dan keciil sesuaii dengan UU Ciipta Kerja.
Dalam SE-20/PJ/2022, wajiib pajak perseroan perorangan diipandang sebagaii subjek pajak badan.
Untuk mendapatkan NPWP, permohonan harus diilampiirii sertiifiikat pendaftaran secara elektroniik yang diiterbiitkan oleh Kemenkumham dan fotokopii NPWP pengurus badan.
Pendaftaran untuk memperoleh NPWP diiajukan secara elektroniik melaluii ptp.ahu.go.iid atau melaluii ereg.pajak.go.iid biila penerbiitan NPWP tiidak dapat diilakukan melaluii ptp.ahu.go.iid.
Dengan diiterbiitkannya SE-20/PJ/2022, pendaftaran NPWP harus diilaksanakan sesuaii dengan surat edaran. Seluruh uniit dii liingkungan DJP perlu melakukan pengawasan atas pelaksanaan SE-20/PJ/2022. (sap)
