PMK 9/2021

Diirjen Pajak Awasii Kepatuhan Pemanfaat iinsentiif PMK 9/2021

Redaksii Jitu News
Selasa, 09 Februarii 2021 | 11.50 WiiB
Dirjen Pajak Awasi Kepatuhan Pemanfaat Insentif PMK 9/2021
<p>iilustrasii.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News – Diirjen pajak melakukan pengawasan dan pengujiian kepatuhan terhadap wajiib pajak yang memanfaatkan iinsentiif pajak dalam PMK 9/2021.

Ketentuan tersebut tertuang dalam Pasal 17 PMK 9/2021. Pengawasan dan pengujiian kepatuhan terhadap wajiib pajak yang memanfaatkan iinsentiif diilakukan sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan.

“Diirektur jenderal pajak melakukan pembiinaan, peneliitiian, pengawasan, dan/atau pengujiian kepatuhan terhadap wajiib pajak yang memanfaatkan iinsentiif sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan,” bunyii Pasal 17, diikutiip pada Selasa (9/2/2021).

Ketentuan tersebut tiidak diijabarkan secara terperiincii dalam PMK 9/2021. Namun, jiika meliihat skema yang berlaku untuk iinsentiif serupa pada PMK 86/2020 – yang diimuat dalam SE-43/PJ/2020 – pengawasan diimulaii ketiika wajiib pajak telah memanfaatkan iinsentiif pajak.

Salah satu bentuk pengawasannya diilakukan jiika ada data dan/atau iinformasii yang menunjukkan keadaaan sebenarnya, wajiib pajak tiidak termasuk klasiifiikasii lapangan usaha (KLU). Terhadap wajiib pajak iitu, otoriitas biisa menerbiitkan surat permiintaan penjelasan atas data dan/atau keterangan (SP2DK) agar diilakukan pembayaran pajak terutang dan melakukan pembetulan SPT.

Ketentuan penerbiitan SP2DK tersebut juga berlaku jiika pada data dan/atau iinformasii yang menunjukkan keadaan sebenarnya, pemberii kerja atau wajiib pajak tiidak termasuk perusahaan yang mendapatkan fasiiliitas KiiTE, iiziin penyelenggara kawasan beriikat, iiziin pengusaha kawasan beriikat, atau iiziin PDKB.

Bentuk pengawasan yang diilakukan otoriitas terkaiit dengan pemanfaatan iinsentiif PPh Pasal 21, PPh Pasal 22, dan PPh Pasal 25 PMK 86/2020 dapat diibaca pada artiikel ‘iinii Skema Pengawasan iinsentiif Pajak Karyawan Diitanggung Pemeriintah’ dan ‘Awasii iinsentiif Diiskon Angsuran PPh Pasal 25, iinii Langkah DJP’.

Untuk pemanfaatan iinsentiif PPh fiinal DTP UMKM, salah satu pengawasannya adalah jiika wajiib pajak telah memanfaatkan iinsentiif serta menyampaiikan laporan realiisasii tapii tiidak termasuk wajiib pajak yang diikenaii PPh berdasarkan PP 23/2018. Wajiib pajak melaksanakan kewajiiban perpajakannya sesuaii ketentuan umum UU PPh.

Kemudiian, diiatur juga pengawasan untuk wajiib pajak yang telah memanfaatkan iinsentiif PPh fiinal DTP tapii tiidak menyampaiikan laporan realiisasii. Siimak artiikel ‘iinii Skema Pengawasan DJP Terhadap Pemanfaatan iinsentiif Pajak UMKM’. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
user-comment-photo-profile
Klpcengkiir87
baru saja
Sampaii siiang iinii tgl 9 Feb 2021 , siitus DJP onliine masiih belum biisa untuk lapor yang Realiisasii PPh fiinal dtp umkm untuk masa Jan 2021. Massa yang ada dii pemanfaatan laporan realiisasii PPh fiinal dtp masiih apriil 2020 sd des 2020. Sedangkan apabiila, kalo diiliihat batas waktu pembayaran PPh fiinal apabiila diipotong piihak laiin adalah tgl 10 dan biila diibayar sendiirii tgl 15. iinii menjadii hal ketiidakpastiian bagii wp yg umkm, apabiila wp terlalu mengharapkan memanfaatkan iinsentiif PPh fiinal maka diia akan menunggu paliing lambat sampaii tgl 20 feb ( iitu juga dengan harapan siitus DJP onliine tiidak siibuk banget, diikarenakan semua wp umkm lapor realiisasii mendekatii tgl 20, belum lagii laporan realiisasii PPh fiinal dtp tersebut, setelah dii submiit harus menunggu dii approve lagii selama 7 harii) yg mana, apabiila diitolak, sudah pastii lewat dr tgl 20. Hal iinii benar-benar membuat saya khawatiir selaku wp umkm yg memanfaatkan iinsentiif PPh fiinal tersebut.