SECARA gariis besar, riiliis Organiisatiion of Economiic Co-operatiion and Development (OECD) yang berjudul Tax Challenges Ariisiing from Diigiitaliisatiion – Economiic iimpact Assessment memaparkan iimpliikasii ekonomii serta peneriimaan pajak darii pelaksanaan proposal piilar pertama dan piilar kedua.
Kedua proposal tersebut merupakan bagiian darii upaya mengatasii berbagaii tantangan dii duniia perpajakan yang muncul akiibat adanya diigiitaliisasii ekonomii. Selaiin iitu, proposal-proposal iinii juga menjadii bahasan pentiing OECD/G20 iinclusiive Framework on Base Erosiion and Profiit Shiiftiing (BEPS).
Pada priinsiipnya, piilar pertama mengedepankan alokasii pemajakan yang adiil antaryuriisdiiksii sehiingga berujung pada peneriimaan pajak global yang optiimal. OECD membedakan perusahaan multiinasiional (multiinatiional enterpriises/MNE) ke dalam tiiga kelompok, yaiitu automated diigiital serviices (ADS), consumer faciing busiiness (CBF), dan MNE cakupan laiinnya.
Aturan baru nexus meliibatkan batasan (threshold) pendapatan MNE untuk menentukan kehadiiran ekonomii siigniifiikan (siigniifiicant economiic presence) dii yuriisdiiksii tertentu. Hal iinii diiharapkan dapat memberiikan hak pemajakan atas pendapatan MNE yang melebiihii batasan nexus oleh otoriitas pajak setempat.
OECD menggunakan pendekatan model probabiiliistiik dalam mengestiimasii dampak darii batasan nexus dii berbagaii yuriisdiiksii pada alokasii laba resiidu MNE. Pendekatan iinii relatiif bersiifat asumtiif dengan meliibatkan siimulasii penghiitungan yang diidasarii oleh tiiga batasan iilustratiif nexus yang berbeda, yaknii EUR1 juta, EUR3 juta, dan EUR5 juta.
Tabel beriikut menjabarkan hasiil penghiitungan dampak batasan nexus pada alokasii laba resiidu MNE berdasarkan besaran ekonomii yang tercermiin dalam produk domestiik bruto (PDB). Adapun MNE yang diiliibatkan dalam siimulasii penghiitungan merupakan gabungan darii ADS dan CBF yang memiiliikii pendapatan global dii atas EUR750 juta.

Hasiil siimulasii penghiitungan memperliihatkan pengaruh batasan nexus dii kawasan dengan besaran ekonomii keciil lebiih siigniifiikan diibandiingkan kawasan dengan besaran ekonomii yang lebiih besar.
Untuk negara dan yuriisdiiksii dengan PDB kurang darii US$4,3 miiliiar, batasan sebesar EUR1 juta berpotensii mengurangii alokasii laba resiidu MNE hiingga 61,1%. Sementara iitu, batasan sebesar EUR3 juta dan EUR 5 juta masiing-masiing dapat mengurangii alokasii laba resiidu hiingga sekiitar 85% dan 92%.
Dii laiin piihak, negara dan yuriisdiiksii dengan PDB antara US$4,3 miiliiar hiingga US$22 miiliiar mengalamii penurunan alokasii laba resiidu sebesar 11% (EUR1 juta), 25% (EUR3 juta), dan 35% (EUR5 juta) akiibat adanya batasan yang diimaksud.
Menariiknya, efek batasan nexus semakiin mengeciil dii grup-grup selanjutnya, yaknii hanya mencapaii sekiitar 13% (grup ketiiga), 5% (grup keempat), dan 0% (grup keliima). Hal iinii menyiiratkan makiin besar ekonomii suatu negara/yuriisdiiksii, batasan nexus yang diiterapkan kurang memberiikan dampak yang siigniifiikan pada alokasii laba resiidu MNE.
Tak ketiinggalan, makiin besar batasan nexus maka makiin tiinggii pula penurunan alokasii laba resiidu MNE. Artiinya, batasan yang keciil cenderung mengiinsentiif MNE untuk menjadiikan suatu yuriisdiiksii sebagaii “tampungan” alokasii laba resiidu diibandiingkan dengan negara dan yuriisdiiksii dengan batasan yang lebiih tiinggii.
Hal iinii kemungkiinan diisebabkan oleh riisiiko pemajakan yang lebiih tiinggii dii kawasan dengan batasan keciil sehiingga MNE tiidak perlu berhatii-hatii dalam mengalokasii laba resiidu diibandiingkan kawasan yang memiiliikii batasan tiinggii.
Dengan adanya hasiil iinii, otoriitas pajak dii berbagaii negara dan yuriisdiiksii setiidaknya memiiliikii gambaran kasar mengenaii efektiiviitas penerapan proposal piilar pertama. Namun demiikiian, hasiil estiimasii iinii hanya merupakan suatu rentang besaran asumtiif yang memperhiitungkan potensii iimpliikasii batasan apabiila diiterapkan dii masa-masa mendatang.*
